4 Tips Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Tips Mengoptimalkan Kecerdasan Anak
Sumber: Freepik/torwaiphoto

Orang tua mana yang tak ingin anaknya tumbuh cerdas, kreatif, dan sehat. Anak cerdas merupakan salah satu hal yang membanggakan bagi orang tua. Cerdas bukan berarti hanya pintar atau mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepadanya, namun juga merupakan seorang pembelajar yang mampu memahami suatu subjek atau permasalahan secara mendalam. 

Pada usia dini, anak  masih mengalami perkembangan yang pesat, terutama otak dan fisiknya. Tentu saja sudah menjadi peran orang tua untuk memaksimalkan masa-masa penting di usia si kecil ini.  

Baca juga

Ada banyak metode mendidik anak agar menjadi rajin belajar yang dapat Ayah Bunda praktikkan. Meski demikian, upaya mendidik si kecil menjadi rajin belajar tidak selalu mudah. Ada sejumlah faktor yang dapat menghambat perkembangan anak di sekolah. Berikut adalah cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengoptimalkan kecerdasan anak.

1. Ajarkan Pola Pikir Optimistis

Optimisme erat kaitannya dengan kebahagiaan. Anak yang mampu melihat sisi positif dari setiap peristiwa lebih terlindungi dari depresi saat mereka melalui masa pubertas. Selain itu, anak yang optimistis cenderung lebih berprestasi di sekolah, pekerjaan, dan olahraga.

2. Membaca Sejak Dini

Aktivitas ini banyak membantu anak pada masa perkembangan. Tak hanya keterampilan bahasa, namun juga belajar memusatkan perhatian hingga mengasah imajinasi. Anak yang memiliki kebiasaan membaca di rumah pada usia prasekolah memiliki kemampuan membaca lebih baik ketika masuk sekolah. Membacakan buku cerita atau dongeng pada anak juga terbukti dapat merangsang tumbuh kembang otak anak, sehingga kemampuan kognitif dan berbahasanya menjadi lebih baik.

3. Lakukan Secara Berulang

Anak yang melakukan proses belajar secara berulang akan memiliki disiplin diri yang baik di masa depan. Salah satu sebabnya adalah anak lebih banyak berlatih dan melakukan proses belajar dengan menyenangkan, sehingga lebih mampu mengendalikan emosinya secara sehat, memiliki rasa tanggung jawab, memiliki kesabaran, dan kemampuan belajarnya akan semakin meningkat.

4. Menghargai Proses Pembelajaran

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga butuh dimengerti. Penelitian menyebutkan, anak-anak yang merasa dimengerti orang tuanya, menikmati proses belajar lebih baik dan mendapat nilai lebih baik di sekolah karena semangat belajarnya yang tinggi. 

Orang tua disarankan fokus pada proses, dibandingkan hanya sekadar menghargai hasilnya. Hal ini juga dapat membantu menanamkan pada pemikiran anak bahwa mereka bisa mendapatkan hasil lebih baik dengan proses belajar yang menyenangkan dan pada akhirnya juga akan mendukung kesuksesan. (Ajr)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.