5 Cara Mengatasi Stres Pada Anak

mengatasi stres pada anak
Sumber: Freepik

Ayah Bunda, sebagai orang dewasa ada saatnya kita merasakan stres. Jika sedang stres, kita dapat mengelola stres dengan baik dengan cara memperbaiki diri. Namun, bagaimana mengatasi stres yang terjadi pada anak-anak? Tidak hanya pada orang dewasa, bayi dan anak-anak pun bisa merasakan stres. Masa usia dini adalah periode yang spesial dalam kehidupan seorang anak di mana saat itu terjadi pertumbuhan fisik, emosional dan kognitif yang pesat. 

Dengan semua perubahan yang terjadi pada tubuh dan pikiran kecil mereka, anak-anak seringkali sensitif terhadap lingkungan sekelilingnya dan lebih mudah untuk mengalami stres. Bayi dan anak-anak masih dalam proses pertumbuhan, sehingga wajar saja apabila mereka belum bisa mengelola stres sendirian. Dalam hal ini, orang tua harus belajar mengerti anak dan sigap mengenali masalah apa yang dirasakan oleh sang buah hati agar stres anak tidak menumpuk setiap harinya.

Stres merupakan cara manusia untuk merespons situasi yang menantang kemampuannya sebagai pribadi. Pemicu stres pada anak usia dini bisa jadi sangat umum dan seiring dengan tahap perkembangan normal anak. Stres pada anak kebanyakan dipicu dari kurangnya komunikasi dengan orang tua. Ditambah lagi, anak memiliki aktivitas yang sangat padat dan berakibat pada hilangnya hak anak untuk bermain dan berekreasi.

Baca juga

Stres pada anak juga bisa terjadi karena orang tua terlalu banyak memberikan stimulasi terhadap anak, demi mencapai obsesinya sendiri. Alih-alih membangun karakter anak, orang tua justru memberikan berbagai macam aktivitas yang membuat anak justru merasa tertekan. Contohnya, anak “dipaksa” membaca dan menulis sejak usia dini, padahal pada tahapan usia ini anak semestinya menikmati masa bermain dan pengembangan karakter.

Ayah Bunda, berikut adalah 5 cara mengatasi stres pada anak:

1. Mendampingi anak

Anak membutuhkan kehadiran orang tua, sekedar mendampingi anak ketika sedang belajar atau membaca akan sangat berarti bagi anak karena anak merasa mendapatkan dukungan dari orang tuanya.

2. Bersikap sabar dan berbicara dengan lembut

Kesabaran adalah salah satu hal penting dalam mendidik anak. Anak dengan segala tingkahnya adalah individu yang fitrahnya belajar. Maka kita sebagai orang tua harus belajar sabar memahami anak. Dalam hal berbicara dengan anak pun kita harus mendekat dan bukan berteriak, libatkan anak dalam percakapan dengan suara lemah lembut. Teriakan hanya akan membuat anak merasa tertekan.

3. Perhatikan perilaku anak

Sebagai orang tua kita harus peka terhadap perilaku anak. Perhatikan ekspresi dan tingkah laku anak karena anak kebanyakan belum mampu menyatakan perasaannya. Misalnya apakah ada perilaku yang berbeda dari anak sepulang sekolah? Jika ya ajak anak berkomunikasi mengenai harinya di sekolah.

4. Tunjukkan simpati dan bantu anak menyatakan perasaannya

Jika anak tiba-tiba menangis atau marah tanpa sebab cobalah untuk menunjukkan simpati dan bantu anak menyatakan perasaannya. Ayah Bunda bisa mulai dengan menunjukkan simpati bahwa kita mengerti apa yang dirasakannya. Lakukan kontak mata dengan posisi sejajar dengan anak, bantu anak menyatakan perasaannya, misalnya dengan kalimat: “Bunda tahu kakak sedang marah ya? Kakak kesal karena belum bisa main di luar ya…” Dengan demikian anak akan merasa bahwa ada yang mengerti apa yang ia rasakan.

5. Kurangi aktivitas anak dan jadwalkan waktu bersantai

Ayah Bunda bisa mengurangi aktivitas anak terutama yang membuatnya lelah atau stress. Diskusikan dengan anak aktivitas apa yang disepakati untuk dikurangi. Jadwalkan waktu bersantai dengan membiarkan anak melakukan hal yang ia sukai. Ciptakan suasana yang nyaman di rumah adalah salah satu cara agar anak bisa lebih bersantai bersama dengan orang tua.

Ayah Bunda, dengan menjadi pendengar yang baik, orang tua bisa memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh anak, sehingga bisa memberikan jalan keluar dari tekanan dan stres yang sedang dihadapinya. Anak pun bisa tumbuh dengan lebih sehat dan bahagia. (NNF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.