5 Dampak Buruk Memaksa Anak Belajar

Dampak Buruk Memaksa Anak Belajar
Sumber: Freepik.com/pressfoto

Siapa sih orang tua yang gak bahagia anaknya rajin belajar? Dapat nilai bagus di sekolah memang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kemampuan belajar yang sama. Ayah Bunda tidak perlu kecewa bila nilai anak rendah, apalagi sampai memaksa anak belajar terus-menerus agar nilainya meningkat.

Ayah Bunda perlu tahu nih, ternyata memaksa anak untuk terus belajar dapat memberikan dampak buruk lho. Apa saja dampak buruknya? Yuk, kita simak!

1. Mudah sakit

Anak yang kelelahan akibat dipaksa belajar, berpotensi lebih besar terserang penyakit. Daya tahan tubuhnya melemah karena kurang istirahat dan kondisi mentalnya tidak bahagia. Perasaan tidak bahagia juga menyebabkan metabolisme dalam tubuh kurang lancar.

2. Mudah stres

Usia anak-anak memang sewajarnya banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Proses belajar yang tidak menyenangkan bisa membuatnya stres. Menginginkan anak yang berprestasi jangan sampai melupakan kebahagiaannya. Stres dan depresi bisa berujung penyakit, lho! Selain itu, Minat belajar anak juga tidak akan tumbuh.

Baca juga

3. Hilang semangat

Jangan salah, memaksa anak belajar bukannya membuat anak semangat tapi justru sebaliknya. Anak akan kehilangan semangat belajar, sehingga Minat belajar pun tidak akan tumbuh. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus, dampaknya akan akan menjadi benci belajar.

4. Prestasi menurun

Memaksa anak belajar juga mengakibatkan penurunan prestasi. Terlalu banyak informasi yang harus diserap otak menjadikan proses belajar kurang optimal. Terlebih, sistem belajar di Indonesia menuntut anak menghapal, bukan memahami.

5. Tidak mandiri

Anak pintar selama ini digambarkan sebagai anak yang rajin belajar dan tak banyak bermain. Anggapan salah ini terus saja berkembang dan membudaya. Justru anak yang sering dipaksa belajar akan menjadi anak yang mudah mengeluh dan tidak mandiri. Dampaknya anak selalu bergantung pada orang lain seperti orang tuanya.

Ayah Bunda sudah tau kan dampak buruk memaksa anak belajar. Yuk, mulai dari sekarang bimbing Minat belajar anak dengan proses bimbingan yang sepenuhnya menyenangkan agar anak tumbuh menjadi anak yang bahagia dan senang belajar. (Aps)

Tinggalkan Balasan