6 Cara Agar Anak Tumbuh jadi Sosok yang Bahagia

Anak Tumbuh jadi Sosok yang Bahagia
Sumber: Freepik.com/jcomp

Bahagia adalah tujuan dari hidup setiap manusia. Bukan hanya orang dewasa saja yang harus bahagia, anak-anak pun harus kita bantu agar tumbuh menjadi sosok yang bahagia. Hal ini tentunya adalah harapan setiap orang tua yang menginginkan anak bahagia dalam menjalani kehidupannya. Ketika anak tumbuh bahagia hal itu akan berpengaruh terhadap kognitif dalam proses belajar serta kemampuan adaptasinya. Kematangan emosi dan kebahagiaan anak dapat membuat anak memiliki perilaku yang positif.

Baca juga

Menumbuhkan sosok anak yang bahagia seharusnya dilakukan sejak dini. Membuat anak bahagia ternyata tidak ditentukan dengan seberapa banyak mainan yang kita berikan atau bahkan bukan ditentukan dari seberapa sering kita mengajaknya berlibur. Membesarkan anak yang bahagia sebenarnya dibuat dengan kebiasaan-kebiasaan kecil dan membentuk pola pikir. Tentu, ini tak bisa lepas dari pendampingan dan bimbingan kita sebagai orang tua. Nah, apa yang bisa kita lakukan agar anak tumbuh besar dengan bahagia?

1. Selalu luangkan waktu bercengkrama

Keberadaan dan kehadiran seutuhnya dari orang tua adalah hal penting yang bisa membuat anak bahagia. Terhubunglah dengan anak dan bermain dengannya. Jika kita bersenang-senang dengannya, anak juga akan merasakan hal yang sama. Bermain tidak hanya dapat mengembangkan keterampilan anak, tapi juga menciptakan rasa bahagia. Pengalaman bermain di masa kecil ini bisa membantunya membentuk karakter positif di masa depan.

2. Kembangkan bakat anak

Usahakan Ayah Bunda selalu ada di dekat anak ketika mereka belajar menguasai suatu keterampilan, misalnya ketika anak pertama kali menyuap makanannya sendiri, ketika anak pertama kali melangkahkan kakinya sendiri, dan pengalaman lain. Ikutlah merasakan dan merayakan keberhasilan anak yang diraih atas usaha dan ketekunannya. Pengakuan kita sebagai orang tua akan keberhasilannya merupakan faktor penting dalam menentukan kebahagiaan anak hingga saat dewasa nanti.

3. Penuhi kecukupan nutrisinya

Bantu anak tumbuh sehat dengan membiasakan tidur cukup, giat berolahraga, dan pola makan seimbang. Berikan anak ruang untuk melepaskan energinya. Baik itu sekadar menendang-nendang kakinya di udara, merangkak meraih bola, berjalan bolak-balik, atau bermain ayunan di taman. Hal- hal sederhana itu dapat membantu suasana hatinya menjadi lebih baik. 

4. Biarkan anak menghadapi masalahnya

Berikan anak kesempatan untuk belajar mengatasi masalah. Hingga anak beranjak besar kita sebaiknya pun tetap tidak boleh terlalu “ikut campur” dengan masalah yang dihadapi anak. Kadang, orang tua terlalu membuat anak nyaman dengan memberikan perhatian yang berlebihan dan mengambil alih masalah anak. Ternyata anak-anak perlu belajar untuk mentolerir beberapa kesulitan. Biarkan mereka berjuang dan mencari tahu sendiri hal-hal yang bisa membantu mengatasi masalahnya, namun tetap pastikan kita selalu hadir untuknya jika ia mulai kesulitan, misalnya dengan memberikan semangat.

5. Biarkan anak-anak mengekspresikan emosinya

Biarkan anak mengekspresikan emosinya, hindari memarahi anak saat dia menangis atau kesal. Memarahi dan atau mempermalukan anak karena tingkahnya tidak akan membantu. Jadi sebaiknya biarkan ia melampiaskan dengan cara kecil ia sendiri dan kemudian tawarkan untuk membantu. Ayah Bunda kitalah yang harus senantiasa belajar mengerti anak bukan anak yang mengerti kita.

6. Ajari anak bersyukur

Penting sekali mengajarkan anak agar selalu bersyukur. Dengan belajar rasa bersyukur ini, anak akan jauh lebih bahagia dan merasa cukup dengan apa yang mereka punya. Tidak hanya mendatangkan kebahagiaan, anak yang lebih sering bersyukur memiliki sikap yang lebih positif terhadap keluarga dan lingkungan mereka.

Ayah Bunda, semoga kita dapat menerapkan tips di atas dan berhasil menumbuhkan sosok anak-anak yang bahagia. Salam biMBA. (NNF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.