6 Cara ini Dapat Ayah Bunda Lakukan untuk Membentuk Karakter Anak

Karakter Anak
Orangtua sepatutnya mendengarkan dan mencerna apa yang disampaikan oleh anak dengan mengamati bahasa tubuh anak dan memahaminya dengan menggunakan imajinasi.
[bppkb.kaltimprov.go.id/]
Karakter anak menentukan kehidupannya kelak.  Memiliki seorang anak yang berkarakter kuat sejatinya akan membawa kebaikan untuk anak itu sendiri. Masa depan yang cerah serta jiwa sosial yang baik menjadi keuntungan bagi seorang anak yang memiliki karakter kuat.  Anak berkarakter kuat merupakan impian terbesar dari semua orangtua.  Ayah bunda pasti juga ingin seperti itu, bukan?

Baca: Yuk Kita Bangun Karakter Positif Anak

Membentuk karakter anak harusnya dilakukan sejak masih kecil. Pasalnya, sifat dan karakter seseorang pada umumnya terbentuk di usia dini. Ibarat sebuah kertas putih, seorang anak dapat Anda bentuk sebaik mungkin agar ia memiliki karakter yang bagus. Dari situlah peran orangtua dalam membentuk karakter si kecil sangatlah penting.

Lantas, bagaimana pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak? Bagaimanakah orangtua harus bersikap dalam membentuk karakter anak?

Ayah Bunda Harus Memahami Emosi Anak

Sebelum mengajarkan bagaimana mengatur pola asuh yang baik untuk anak, ada baiknya apabila orangtua harus memahami emosi anak. Bukan tanpa sebab, memahami emosi mereka akan berdampak pada reaksi anak untuk menerima input yang diberikan oleh orangtua. Kenalilah bagaimana emosi anak, apakah mereka termasuk anak yang sensitif atau mungkin tergolong anak yang kurang begitu peka terhadap situasi sekitar.

Baca: Kenali Jenis Emosi Anak

Ayah Bunda Harus Mengakui Emosi anak

Bila telah memahami, saatnya untuk mengakui emosi tersebut memang ada pada diri anak. Harus dipahami, emosi pada anak tidak dapat dihilangkan, melainkan dapat diatur sedemikian rupa sehingga mampu berpengaruh kepada pembentukan karakter anak. Bila Ayah Bunda hanya terpaku pada bagaimana membentuk emosi anak yang baik, salah besar, yang harus dilakukan adalah mengakui bahwa emosi tersebut ada dan nyata kemudian membentuknya sebagai langkah awal pembentukan karakter.

Ayah Bunda Adalah Pemberi Contoh yang Baik

Dalam membentuk karakter anak, Anda tidak perlu memberikan pengajaran seperti saat anak sedang bersekolah. Pembentukan karakter anak justru bermula dari contoh yang Bunda dan Ayah tunjukkan setiap hari. Oleh karena itu, benahi perilaku Ayah Bunda terlebih dahulu mulai dari contoh terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Mungkin anak akan bertanya pada Anda kenapa harus membuang sampah pada tempatnya. Berikan dia alasan yang logis sehingga mereka mau menerima contoh tersebut.

Baca: Ingin Tahu Rahasia Mendidik Anak? Berikan Contoh yang Baik!

Ayah Bunda Wajib Mengajarkan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosi sangat berhubungan dengan kemampuan mengendalikan emosi diri. Mungkin anak akan mengalami masa-masa kurang baik seperti menghadapi anak lain yang nakal. Jangan biarkan mereka meluapkan emosinya secara salah dengan membalas anak yang memperlakukan anak kita dengan seenaknya. Ajarkan untuk memaafkan dan bersikap bijaksana. Hal ini akan membuatnya memahami bagaimana seharusnya dia mampu mengendalikan emosi diri.

Ayah Bunda Harus Mendengarkan Anak dengan Empati

Mendengarkan anak dengan empati bukan hanya mendengarkan cerita atau keluhan mereka dengan baik. Orangtua sepatutnya mendengarkan dan mencerna apa yang disampaikan oleh anak dengan mengamati bahasa tubuh anak dan memahaminya dengan menggunakan imajinasi. Tujuannya adalah untuk dapat melihat dari sudut pandang seorang anak sehingga kita dapat lebih merasakan apa yang dirasakan oleh anak dengan baik.

Ayah Bunda adalah Penentu Batas dan Pemecah Masalah

Tidak hanya terbatas pada mengetahui perasaan anak, Anda juga perlu untuk memecahkan masalah yang dialami oleh anak. Mungkin mereka tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi masalah yang dia alami. Maka dari itu, sebagai orangtua, Ayah Bunda perlu membantu memecahkan masalah yang dialami oleh anak.

Itulah 6 pola asuh orangtua yang harus Ayah Bunda lakukan bersama. Selama Ayah Bunda melakukan hal tersebut dengan baik, bukan tidak mungkin anak akan tumbuh menjadi seorang anak yang memiliki karakter yang kuat dan baik. (Ern)

Tinggalkan Balasan