7 Kiat Membimbing Anak Menjadi Pembelajar

7 Kiat Membimbing Anak Menjadi Pembelajar
Sumber: Freepik.com

Tidak hanya anak saja yang mengalami kejenuhan dalam belajar. Remaja, mahasiswa, para pekerja, bahkan para orang tua pun pasti pernah merasa jenuh dan bosan. Sebagai orang tua, kita mungkin pernah merasakan saat mendampingi anak menempuh pendidikan di sekolah, namun sulit disuruh belajar. Sering kali saat disuruh belajar berbagai alasan dilontarkan oleh anak, seperti rasa lelah maupun mengantuk.

Berbagai cara dilakukan orang tua agar anaknya dapat mengerjakan PR dan mau belajar secara mandiri. Mulai dari mengikuti anak bimbingan belajar bahkan sampai memanggil guru les private. Namun cara ini belum tentu efektif, lho. Lalu bagaimana kiat tepat agar anak tumbuh Minat belajarnya, sehingga kelak akan menjadi seorang pembelajar, yuk simak!

Menjadi teladan

Hal terpenting adalah orang tua harus mampu menjadi teladan dalam proses belajar anak. Orang tua bisa melakukan berbagai aktivitas belajar apapun di hadapan anak. Misalnya dengan melakukan aktivitas membaca atau menyelesaikan pekerjaan rumah tangga di hadapan anak. Saat terbiasa melihat orang tuanya belajar maka anak akan melakukannya juga.

Ruang khusus belajar

Orang tua bisa menyediakan ruangan atau tempat khusus untuk anak yang di dalamnya terdapat meja yang nyaman, ruang penuh warna, peralatan menulis lengkap, rak buku, dan sesuatu yang disukai anak. Ruang belajar yang nyaman akan membuat anak lebih produktif dalam proses belajar serta akan tumbuh semangat belajarnya.

Baca juga

Memahami anak

Sebagian besar orang tua menginginkan anak memiliki prestasi yang baik. Namun kita sering lupa bahwa menikmati proses belajar jauh lebih penting daripada mengejar nilai yang bagus. Saat kita mampu memahami karakter dan kemampuan anak, maka akan berdampak pada keinginan anak untuk melakukan proses belajar tanpa paksaan.

Menyingkirkan gangguan

Distraksi adalah salah satu penyebab anak menunda mengerjakan sesuatu. Gangguan bisa datang dari mana saja, misalnya pada gadget, game, teman-teman, dan lainnya. Mengidentifikasi hal yang paling mengganggu anak adalah langkah awal untuk mempermudah anak fokus berlatih dan mengembangkan bakatnya.

Menjadi teman belajar yang baik

Sebagai orang tua, salah satu peran Ayah Bunda dalam mendampingi anak belajar adalah menjadi teman yang baik. Dalam membimbing Minat belajar anak, beberapa masalah seringkali berhubungan dengan tugas yang tidak sesuai kemampuannya, sehingga anak enggan menyelesaikannya. Jika Ayah Bunda menjadi teman belajar anak, maka anak akan mudah bertanya saat ada kesulitan. Dengan begitu, semangat belajar anak dapat tumbuh sempurna.

Tunjukkan bahwa Ayah Bunda percaya pada kemampuan anak

Saat kita meremehkan kemampuan anak, hal tersebut akan melenyapkan semangat belajar anak seketika. Mungkin hasil belajar anak di sekolah tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun apresiasi apa yang anak lakukan akan membuat Minat belajarnya terus tumbuh. Sebaliknya, jika kita mengecilkan hati anak, anak akan berhenti belajar.

Mengamati hal-hal lain yang berhubungan dengan rasa jenuh dan bosan

Kadang anak mungkin terlampau lelah atau mengalami banyak tekanan di sekolah yang menyebabkan ia enggan beraktivitas, termasuk menyelesaikan segala tugas sekolahnya. Ayah Bunda dapat mengajak anak berdialog santai untuk mengetahui faktor-faktor yang memancing keengganan anak untuk belajar. Dengan mengetahui faktor tersebut diharapkan Ayah Bunda dapat membantu anak keluar dari zona kemalasannya.

Dengan mempraktikkan 7 langkah di atas tersebut, diharapkan kita sebagai orang tua dapat membimbing anak menjadi pembelajar, sesuai dengan visi biMBA yaitu membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. (Aps)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.