9 Cara Menangani Anak Tidak Mau Sekolah

Menangani Anak Tidak Mau Sekolah
Sumber: Freepik.com

Saat anak mulai bersekolah, Ayah Bunda pasti pernah menemui dirinya rewel saat bersiap-siap di pagi hari, mulai dari bermalas-malasan untuk mandi atau susah bangun di pagi hari. Bahkan, ada anak yang tidak mau ditinggal sendirian di sekolah dan merengek minta pulang. Lebih membingungkan, saat anak enggan bercerita mengenai kegiatan di sekolah.

Duh, kenapa, ya? Ayah Bunda jangan pernah menganggap masalah ini sepele, ya. Sebab orang tua harus cermat dalam memperhatikan perilaku anak.

Berikut 9 cara menghadapi anak tidak mau sekolah yang perlu Ayah Bunda ketahui.

1. Beri gambaran menyenangkan tentang sekolah

Beri gambaran yang menyenangkan pada anak tentang kegiatan sekolah seperti dengan menceritakannya bahwa di sekolah dia akan mendapatkan pengalaman seru dan memiliki banyak teman baru. Tanpa gambaran yang menyenangkan, bisa jadi anak akan berpikiran bahwa sekolah hanya kegiatan yang membosankan. Katakan padanya bahwa kegiatan sekolah bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi ada banyak kegiatan belajar seru yang bisa dilakukan di luar kelas bersama teman-teman.

2. Beri motivasi

Ayah Bunda bisa lho, sejak dini mengenalkan sekolah kepada anak, agar mereka bisa mempersiapkan diri mengecap pendidikan formal. Jangan lupa, beri kesempatan pada anak untuk ikut menentukan sekolahnya. Hal ini sangat wajar, agar anak merasa nyaman dalam menghabiskan banyak waktu selama bertahun-tahun di sekolah.

3. Ajak bermain simulasi sekolah di rumah

Ayah Bunda dapat melatih kemampuan memahami anak melalui kegiatan ilustrasi sekolah di rumah bersama anak. Bermain peran bisa menjadi kegiatan seru, lho. Ayah Bunda dapat berperan menjadi guru, serta anak menjadi siswa. Beri perintah yang sederhana dan bimbing anak untuk melakukannya. Simulasi kecil ini akan membuat anak lebih mudah menghadapi harinya di sekolah. 

4. Jelaskan anak tanggung jawab dan konsekuensi

Saat anak telah memiliki keinginan untuk sekolah, jangan ragu untuk mulai mengenalkan tanggung jawab dan konsekuensi sekolah. Begitu dia mulai sekolah, akan ada beberapa perubahan sebagai konsekuensinya. Dari mulai dia harus bangun pagi, mandi tepat waktu, hingga kapan dia harus berangkat sekolah agar tidak terlambat. Waktu mainnya juga akan menjadi berkurang.

Baca juga

5. Ajak anak berlatih dengan kegiatan yang menyenangkan

Ayah Bunda dapat membuat acara menyenangkan untuk lebih mengasah kemampuan motorik anak. Melakukan kegiatan seperti menggambar, mewarnai, menggunting atau melipat akan sangat membantu anak untuk belajar lebih baik di sekolah. Selain meningkatkan kedekatan orang tua dan anak, kegiatan ini juga mampu mengasah kreativitas anak.

6. Bangun komunikasi

Jangan malas untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak ya, Ayah Bunda. Dengan komunikasi, anak terlatih untuk mengeluarkan pendapat dan keberanian bertanya, sehingga anak akan terbiasa dan tidak malu untuk bertanya pada guru maupun rekan-rekan sebayanya.

7. Tanyakan impian dan cita-cita anak

Agar motivasi anak tidak menurun, Ayah Bunda bisa menanyakan mengenai cita-cita anak. “Nak, katanya cita-cita kamu ingin jadi dokter, kalau tidak mau sekolah gimana bisa, kan jadi dokter harus punya ijazah tinggi.” Dengan mengingatkan anak akan cita-citanya, anak akan berpikir dan tersadar bahwa tanpa sekolah ia tidak akan bisa mengejar cita-citanya.

8. Diskusi dengan orang lain

Dengan berdiskusi, diharapkan anak bisa jujur dengan masalah yang tengah dihadapinya. Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, Ayah Bunda bisa mencari solusinya bersama-sama, atau dengan berdiskusi dengan guru bimbingan konseling di sekolah.

9. Kerja sama

Jika dengan nasihat, anak tetap tidak mau sekolah, bahkan sampai berhari-hari, ia tentu akan ketinggalan pelajaran. Ayah Bunda bisa menemui guru di sekolah dan membicarakan masalah ini. Jika memang penyebab anak tak mau sekolah berasal dari lingkungannya, yakni rekan-rekannya atau karena ia kesulitan menerima penjelasan salah satu guru, tentu wali kelasnya akan lebih paham mencari solusi dan menyelesaikan masalahnya.

Seperti halnya di atas, memang ada anak yang tidak suka belajar, bahkan sampai enggan pergi ke sekolah. Hal ini lah yang mendasari biMBA ingin mengubah mitos tersebut. Ketika anak sudah dibiMBAkan, anak akan merasa bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan dan anak ingin mengulanginya lagi dimanapun dan kapanpun.

Belajar dan menikmati aktivitas di sekolah tentu saja perlu dinikmati dengan perasaan suka cita. Hal ini sesuai dengan metode biMBA yaitu bermain sambil belajar yang 100% prosesnya harus menyenangkan. Salam biMBA, tetap semangat dan terus belajar! (Aps)

Tinggalkan Balasan