Anak dan Kegiatan Menulis

Anak dan Kegiatan Menulis

Bagaimana Anak dan Kegiatan Menulis?

Banyak orang memahami bahwa memiliki kebiasaan menulis adalah penting. Namun, sayangnya tak semua orang mau melakukannya. Hal ini biasanya disebabkan karena menulis belum menjadi kebiasaan sehingga sering dianggap sulit. Karena itu, alangkah baiknya bila kita mulai mengenalkan kebiasaan menulis bagi anak-anak sejak mereka usia dini. Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalamannya melalui karya tulisnya.

Menurut ahli pendidikan anak usia dini, sejak bayi pun, seorang anak dapat merepresentasikan pengalamannya lewat suatu tulisan, walaupun tulisan itu masih berupa suatu gambar atau coretan. Namun, itu merupakan bagian dari membuat jurnal harian bagi anak. Melalui tulisan, orangtua dapat mengetahui pikiran dan perasaan anak saat itu. Bahkan lewat tulisan pula, orangtua dapat memperbaiki hubungannya dengan sang anak.

Sebagai contoh, seorang teman saya merasa hubungannya dengan anak perempuannya baik-baik saja. Namun, suatu hari ia menemukan buku harian anaknya yang sudah dipenuhi oleh tulisan dan gambar-gambar. Halaman demi halaman ia buka, dan ia pun tersentak melihat apa yang sudah ditulis oleh anaknya. Anaknya membuat tabel daftar orang-orang yang dia sayangi. Dari 12 nomor, nama mamanya terletak diurutan paling akhir. Nama lain yang menduduki peringkat atas adalah papanya, si mba, kakek, nenek, sepupunya, dan teman-temannya. Selain tabel, ada juga tulisan lainnya yang menunjukkan kalau si anak tidak sayang dengan mamanya. Sebuah gambar besar menarik perhatian sang ibu, gambar seorang wanita yang ditulis si anak sebagai mamanya, tetapi wujudnya seperti setan, dengan gigi runcing dan tajam, ada tanduk di atas kepalanya dan kukunya panjang. Ibu manapun bila melihat hal tersebut pasti akan kaget dan sedih.

Kejadian tersebut membuat sang ibu merenung. Apa yang salah dengan dirinya? Kenapa si anak begitu membenci dirinya? Padahal si ibu merasa, ia telah banyak mengorbankan waktunya untuk buah hatinya tersebut. Bahkan ia rela melepas jabatannya di kantor hanya karena ingin menghabiskan waktu dengan anak semata wayangnya tersebut.

Tiba saatnya, sang ibu pun bertanya kepada anaknya perihal isi buku tersebut. Sang anak mengatakan bahwa ia kesal dengan mamanya karena mama sering marah-marah, sering ngatur-ngatur anaknya. Bahkan dalam memilih bajupun, mama selalu mendominasi semuanya. Mama tidak pernah mendengarkan suara anaknya ketika sang anak memiliki pendapat. Ooh, terjawab sudah apa maksud tulisan dan gambar yang ada di buku harian buah hatinya.

Peristiwa diatas menunjukkan bahwa kegiatan menulis memberikan banyak manfaat bagi kita. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. James W. Pennebaker menunjukkan bahwa kegiatan mencurahkan isi hati (self-disclosure) dapat berpengaruh positif bagi perasaan, pikiran dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Selain itu, tubuh juga dapat terlindungi dari kerusakan akibat stres yang tersimpan di dalam dirinya.

Melihat betapa pentingnya kegiatan menulis, maka kita harus memotivasi anak-anak agar mereka memahami bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Bahkan bila sudah terbiasa untuk menulis, bisa menjadi keahlian tersendiri bagi mereka yang akan berguna bagi masa depannya kelak.

Teknik Menulis yang Menyenangkan bagi Anak

Untuk memulai dalam mengajak anak-anak menulis memang bukan hal mudah. Namun, melalui kegiatan yang menyenangkan seperti bermain, maka persepsi menulis bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit dan membosankan. Tetapi kegiatan menulis akan menjadi suatu kebiasaan karena anak merasakan nikmatnya dan manfaat yang mereka peroleh dengan menulis. Beberapa teknik berikut dapat membantu anak agar dapat berkreasi menulis dengan menyenangkan, seperti dipaparkan oleh Sue Cowley dalam bukunya The Road to Writing: A Step-by-Step Guide to Mark Making 3-7:

1. Big/Long : Membuat area tulisan yang panjang dan besar. Misalnya, di kertas karton atau kanvas yang besar sehingga anak bisa bebas menuliskan apapun yang mereka mau pada area yang besar.

2. Unusual : Ajak anak-anak untuk menulis dengan menggunakan latar belakang yang berbeda. Selama ini yang dilihat anak bahwa menulis itu di atas kertas dan buku. Saat ini, buatlah kreatifitas bersama, dimana anak dapat menulis di area atau material tertentu yang tidak membahayakan. Misalnya, di area tembok tertentu dimana anak bisa mengkreasikan hasil karyanya, di seprei yang sudah tidak terpakai atau di tanah dan pasir. Ajak pula anak menulis pada lokasi atau tempat yang bukan seperti biasanya, misalnya di bawah meja makan, di sekitar halaman sekolah sambil melakukan permainan berburu harta karun, dan lain-lain

3. Colourful/Contrasting : Pemberian warna-warna pada tulisan tertentu. Misalnya, anak sedang menulis tentang kebakaran, ajak mereka untuk memberikan warna merah pada kata api. Sehingga hasil tulisan mereka akan lebih menarik.

4. Multisensory : Tuliskan tentang apa yang anak rasakan ketika memegang suatu benda. Misalnya, ketika anak bermain di salju, merasakan deburan ombak di pantai, atau bermain di batu yang kasar dan keras.

5. Arising from interest : Anak dapat menuliskan tentang tokoh kartun atau film favorit mereka. Misalnya tentang Ultraman, Barbie, Star Wars, dan lain-lain.

6. Based on experience : Tulisan yang anak buat juga bisa berasal dari pengalaman mereka sendiri. Misalnya, ketika karya wisata dengan sekolah ke kebun binatang, jalan-jalan ke museum dengan keluarga, bermain di pantai bersama teman-teman.

7. Secreative : Anak-anak menyukai hal-hal yang tersembunyi dan dirahasiakan. Mereka akan tertarik untuk mencari tahu hal yang dirahasiakan tersebut. Misalnya, kita bisa letakkan barang atau mainan kesukaan mereka di dalam suatu amplop, kemudian kita sembunyikan dan anak-anak harus mencari dimana letak amplop tersebut. Ketika mereka buka ada mainan kesukaannya, mereka pasti akan senang dan surprise sekali. Kegiatan ini juga bisa menjadi inspirasi anak dalam membuat suatu tulisan.

8. All about me! : Anak-anak biasanya akan senang bila disuruh bercerita tentang dirinya. Ajak mereka untuk mengekspresikan siapa diri mereka dan apa yang sedang mereka pikirkan dan rasakan. (Bunda Ranis)

Sumber:

Sue Cowley. The Road to Writing : A Step-by-Step Guide to Mark Making : 3-7. New York : Continuum. 2012

Ida S. Widayanti. Catatan Parenting 3 : Mendidik Karakter dengan Karakter . Jakarta : Arga Tilanta. 2012

Tinggalkan Balasan