Apakah Anakku Benar Sudah Bisa Membaca?

Anak bisa membaca
Sumber: Freepik.com/jcomp

Ayah Bunda pertanyaan ini mungkin seringkali muncul di benak kita sebagai orang tua kala mendapati anak yang bisa membaca satu paragraf dengan lancar. Namun, anak kerap bingung ketika ditanya bacaan tersebut bercerita tentang apa? Fakta inilah yang seringkali kita temui di sekitar kita, anak bisa membaca tetapi tak paham maknanya.

Menurut Santosa, dkk (2012: 63) “Membaca adalah kegiatan memahami bahasa tulis yang disampaikan oleh penulis.” Memahami bacaan adalah poin yang sangat penting. Sebab pemahaman membaca adalah esensi dari aktivitas membaca yang secara lebih luas akan dimaknai sebagai kegiatan belajar. Nyatanya saat ini anak-anak hanya sampai tahap membunyikan kata tanpa paham maknanya.

Saat anak masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ia dituntut untuk membaca banyak bahan bacaan. Karena tidak memahami apa yang dibaca, anak akan merasa kesulitan dan akan berdampak pada pencapaian nilai akademis yang buruk. Jika demikian yang terjadi, anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa belajar adalah kegiatan yang menyebalkan. Bagaimana kita bisa mengharapkan anak akan mencintai proses belajar? Bagaimana ia dapat tumbuh menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat? 

Baca juga

Apa sih yang membuat anak kesulitan memahami bacaan? Penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian kita sebagai guru maupun orang tua pada kegiatan-kegiatan dalam tahap pra-membaca. Tahap pra-membaca merupakan tahapan penting yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang tampaknya sederhana seperti berdialog, bernyanyi, bercerita, dongeng, atau bermain peran. 

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan penting yang menyimpan banyak manfaat, antara lain menambah kosakata dan melatih anak memahami jalan cerita. Bagaimana anak dapat memahami sebuah bacaan jika ia tidak memahami makna kata-kata yang terkandung di dalamnya? Ketidakpahaman orang tua maupun guru mengenai pentingnya anak memahami apa yang ia baca membuat banyak sekali anak yang tumbuh dengan kemampuan memahami bacaan yang rendah. 

Berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dalam tahap pra-membaca.

1. Berdialog

Berdialog atau berkomunikasi dengan anak mungkin merupakan hal yang sederhana dan terkesan mudah dilakukan. Selain itu, berdialog juga memiliki manfaat yang besar terhadap perkembangan anak. Ternyata perkembangan komunikasi antara anak dan orang tua bisa dilihat dan terbangun sejak anak kecil, bahkan sejak lahir. Namun, banyak orang tua tidak menyadari hal ini. 

Membangun komunikasi yang positif sejak anak masih kecil dapat membantu membangun konsep diri yang positif, anak merasa lebih berharga, dan dapat membantu anak dalam membangun hubungan dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Motivator biMBA selalu memulai kegiatan bermain sambil belajar dengan berdialog atau bercakap-cakap dengan anak. Anak bebas untuk mengekspresikan perasaan apa yang dirasakan hari ini, kegiatan apa yang dilakukan hari ini, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan semangat anak agar siap untuk melakukan kegiatan bermain sambil belajar di biMBA AIUEO. Melaui kegiatan tersebut akan terbentuk kedekatan antara anak dengan motivatornya.

2. Bernyanyi

Bernyanyi bersama anak dapat meningkatkan perkembangan kognitifnya. Bernyanyi dapat membantu anak mengembangkan keterampilan dan mempertahankan konsentrasinya. Bernyanyi juga merupakan alat yang sangat ampuh untuk membantu anak belajar bahasa. Pengulangan lirik dalam lagu anak-anak meningkatkan perkembangan bahasa dan meningkatkan keterampilan mendengarkan. 

Di biMBA AIUEO anak-anak selalu diperdengarkan La biMBA atau lagu biMBA yang bertujuan untuk membentuk logika anak memahami penggabungan bunyi huruf konsonan dan vokal dengan cara yang menyenangkan. Dalam lagu tersebut anak-anak mendengar bunyi huruf digabungkan menjadi sebuah kata bermakna dan kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan anak untuk tahap membaca selanjutnya.

3. Membacakan buku

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan Ayah Bunda di rumah adalah bercerita atau membacakan buku. Buku merupakan media yang tepat untuk anak belajar banyak hal tanpa merasa digurui. Aktivitas becerita atau membacakan buku dapat melatih anak untuk berbicara, menambah kosakata, memahami alur cerita, melatih anak menceritakan kembali cerita yang dibacakan. 

Melalui kegiatan membacakan buku dapat melatih anak mengenal bunyi huruf, simbol huruf, simbol angka, kata, dan kalimat. Tujuan utama dari proses membacakan buku adalah mendekatkan anak dengan buku, agar anak mau dan suka membaca yang akan berdampak anak akan bisa membaca. 

4. Bermain peran

Anak mana yang tidak suka bermain? Setiap anak menganggap tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain. Salah satu permainan yang disukai anak-anak adalah bermain peran atau bermain ‘pura-pura.’ Saat bermain peran, anak-anak seakan masuk ke dalam dunianya sendiri, yang penuh keajaiban, dan petualangan, seperti yang dialami oleh karakter favoritnya di TV. Bermain peran bukanlah permainan tanpa makna, namun justru penting bagi perkembangan emosional, mental, intelektual, bahkan fisik anak. (Tari)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.