Ayah Bunda Sudahkah Kita Memenuhi Hak Anak?

Ayah Bunda Sudahkah Kita Memenuhi Hak Anak?
Sumber: Freepik/Bedneyimages

Sebagai orang tua pernahkah berpikir, apakah kita sudah memenuhi hak buah hati kita? Minat belajar merupakan salah satu hal penting dalam tumbuh kembang anak. Setiap anak berhak dan harus mendapat pembelajaran dari orang dewasa. Secara umum, belajar adalah proses dalam pengembangan diri setiap orang untuk dapat melangsungkan kehidupan. Pendidikan pertama yang didapat oleh anak tentu saja pendidikan dari lingkungan keluarga.

Berhenti Memaksa Anak

Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya bahagia yang berdampak sukses. Namun pada kenyataannya hal itu bukanlah sesuatu yang mudah, terkadang tanpa sadar orang tua melakukan pelanggaran saat anak harus mengembangkan diri sesuai potensinya. Misalnya, orang tua yang berprofesi sebagai dokter lantas menuntut anak menjadi seorang dokter tanpa menanyakan apakah anak suka atau tidak.

Dalam mendidik, orang tua juga perlu memberikan pola asuh yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimilikinya. Ayah Bunda, sudah sepatutnya memperhatikan Minat anak dengan arahan, biarkan ia memilih sesuai keinginannya dan tanpa dipaksa. 

Tugas orang tua adalah membimbing dan memotivasi anak sesuai dengan Minatnya masing-masing serta menciptakan suasana belajar yang sepenuhnya menyenangkan. Rasa senang adalah awal dari anak bisa menyukai suatu hal. Kondisikan agar anak tidak benci belajar karena terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Anak bukanlah miniatur orang dewasa, mereka memiliki pikiran, perasaan dan sikap yang berbeda dengan orang tuanya.

Tanpa disadari terkadang orang tua menanamkan program negatif ke pikiran anak  seperti membentak, memaksa, memarahi, yang justru akan terus mendominasi dan mengendalikan kehidupan anak menjadi kurang baik di masa depan. Selalu biasakan mengevaluasi terlebih dahulu  diri sendiri, apakah kita sebagai orang tua telah memenuhi hak anak dengan baik atau sebaliknya?

Baca juga

Anak Berhak Belajar dan Bermain

Hak anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi setiap orang tua, seperti halnya belajar dan bermain. Terkadang yang orang tua ketahui mengenai belajar hanyalah anak duduk di bangku sekolah dan menganggap hak anak sudah dipenuhi saat menyekolahkan mereka. Namun, ada hal lebih besar dari bersekolah dan sekedar meraih nilai bagus secara akademis. 

Pendidikan sejatinya bukan diukur dari materi ataupun pintar dalam nilai dan prestasi akademis. Pendidikan bukan sekedar mendapatkan ijazah dan berhasil bekerja di perusahaan ternama. Tetapi yang lebih utama adalah bermanfaat atau tidaknya ilmu yang didapatkan. Apabila ilmu tidak menimbulkan kebaikan artinya pendidikan tersebut belum berhasil.

Selain belajar, anak juga memiliki hak untuk bermain. Dan sebagian besar dari kehidupan anak adalah bermain, termasuk biMBA-AIUEO yang berperan aktif dalam membangun Minat baca dan belajar pada anak dengan metode yang tepat yaitu proses bermain sambil belajar yang wajib sepenuhnya menyenangkan, bertahap, dan individual. Di biMBA-AIUEO, hak anak untuk belajar dan bermain dipenuhi tanpa ada paksaan. Belajar tidak berorientasi pada hasil tetapi juga harus melalui proses yang menyenangkan. 

Di bawah ini beberapa tips memenuhi hak anak sejak dini untuk Ayah Bunda.

1. Pendampingan

Orang tua mendampingi anak belajar maupun bermain dan bukan memaksa, sebab orang tua adalah guru pertama bagi anak sebelum memasuki dunia sekolah. Kedekatan anak dan orang tua bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan anak merasa disayangi.

2. Menyediakan fasilitas belajar

Sediakan anak fasilitas belajar yang memadai yang disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan anak, serta bermanfaat. Misalnya, buku dengan gambar-gambar yang menarik atau pun permainan edukatif yang bisa merangsang daya imajinasi anak.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman dan menyenangkan

Jangan marahi anak ketika mereka menolak belajar. Biarkan dulu dan tukar dengan aktivitas lain yang menarik Minatnya dengan memasukkan unsur pembelajaran di dalamnya. 

4. Selalu berikan jawaban yang mengesankan

Ketika anak mengalami kesulitan memahami pembelajaran, jangan bosan menjelaskan meskipun harus berulang kali. Beri penjelasan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan perlahan ajak anak berdiskusi untuk mendengarkan jalan pikirannya. 

5. Bertanggung jawab

Semakin canggih teknologi, sebagai orang tua juga harus memperkaya diri dengan mencari ilmu dan menambah wawasan agar bisa mengontrol anak di masa kini. Semakin hari tanggung jawab kepada anak semakin besar, maka orang tua juga perlu terus belajar agar dapat membimbing anak.

Mari Ayah Bunda mulai segera penuhi hak anak. Karena sudah seharusnya setiap anak di seluruh Indonesia terutama anak usia dini mendapatkan hak pendidikan, hak untuk bermain sambil belajar demi menciptakan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. (NH)

Tinggalkan Balasan