Bagaimana Melatih Anak agar Tidak Takut dengan Orang Baru

Bagaimana Melatih Anak agar Tidak Takut dengan Orang Baru

Setiap anak membutuhkan proses dalam beradaptasi, ada yang cepat dan ada yang butuh waktu lebih lama. Hal ini karena karakteristik dan pengalaman sosial anak yang berbeda-beda. Sejak usia 6 bulan, anak mulai bisa membedakan orang yang dikenalnya. Kemampuan adaptasi akan berkembang sejalan dengan perkembangan usianya. Di atas usia 3 tahun, biasanya anak sudah lebih mudah beradaptasi dengan situasi baru.

Namun, tak sedikit anak yang sudah di atas 3 tahun, masih sulit beradaptasi saat diajak bertemu dengan orang baru atau berada di lingkungan baru. Apa penyebabnya? Bisa jadi karena anak merasa tidak nyaman secara fisik, misalnya anak lapar atau mengantuk. Jika anak sudah di atas 3 tahun, tapi masih takut bertemu dengan orang baru, apa yang harus dilakukan oleh orang tua?

Baca juga

Yuk, simak 4 cara melatih anak agar tidak takut dengan orang baru :

  1. Orang tua harus peka terhadap kebutuhan anak, bukan hanya biologisnya, tapi juga karakteristiknya. Keterikatan emosional yang terjadi sejak bayi juga ikut berperan dalam perkembangan adaptasi anak. Bayi yang memiliki ikatan emosional yang baik dengan orang-orang terdekat di lingkungannya akan lebih mudah merasa aman dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
  2. Jika anak adalah tipe yang agak sulit beradaptasi, maka orang tua harus paham apa yang bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Misalnya anak menjadi rewel saat berada di tempat ramai, maka jangan mengajak anak ke tempat-tempat ramai. Ajak anak berkunjung ke rumah teman, kemudian perhatikan bagaimana anak berproses.
  3. Bila anak berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman, bantu dan dampingi anak. Pastikan anak nyaman secara fisik, saat anak sudah merasa aman dan nyaman, maka ia akan lebih mudah untuk berinteraksi.
  4. Kenalkan anak dengan situasi sosial secara perlahan dan bertahap. Ajak anak mengenal berbagai situasi sosial dengan mengajaknya ke berbagai acara atau tempat baru. Pastikan anak tetap merasa aman dan nyaman di setiap tahapannya. Jika anak sudah nyaman dengan satu situasi, orang tua bisa meningkatkan tantangan secara bertahap.

Jadi, sudah siapkah Bunda melatih anak agar tidak takut dengan orang baru? (LPH)

Tinggalkan Balasan