Cara Membimbing Minat Belajar Anak ADHD

Membimbing Minat Belajar Anak ADHD
Sumber: Freepik

Hai Ayah Bunda dan sahabat pembelajar, mengenal dunia anak ternyata sangat banyak pembelajaran yang kita dapatkan. Salah satunya adalah mengenai anak ADHD. Apa itu ADHD? ADHD merupakan singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau dalam bahasa indonesia Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Kondisi ini bisa terjadi mulai dari masa anak-anak, hingga terbawa sampai remaja dan dewasa.

Jika ADHD ini dialami oleh anak, maka dapat menyebabkan berbagai kesulitan dalam belajar, perilaku, sosial dan kesulitan lainnya. ADHD ini dicirikan dengan kurangnya konsentrasi, hiperaktif dan impulsif. Setelah Ayah Bunda mengetahui tentang ADHD, pertanyaannya adalah, apakah anak yang mengalami ADHD dapat dibimbing Minat belajarnya? Bagaimana caranya?

Dalam hal membimbing Minat belajar anak, Ayah Bunda tentu sudah mengetahui bahwa biMBA berfokus di bidang ini. Menghadapi anak ADHD, bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari. Bagi biMBA, semua anak adalah anugerah yang harus dibimbing dengan sepenuh hati atas dasar cinta dan kasih sayang. Sehingga Ayah Bunda harus menggunakan paradigma biMBA yaitu cara pandang dalam menumbuhkan Minat belajar anak. Dimana, semua anak dapat dibimbing Minat belajarnya. 

Baca juga

Jika ada kekurangan, pasti disertai dengan kelebihan. Jadi, anak yang mengalami ADHD tentu dapat dibimbing Minat belajarnya. Ada beberapa cara yang dapat Ayah Bunda lakukan ketika menghadapi anak ADHD. Berikut beberapa caranya: 

Pertama, Ayah Bunda harus memahami terlebih dahulu bahwa tujuan utama belajar adalah untuk kebahagiaan, bukan kemampuan. Bedanya apa? Jika Ayah Bunda membimbing anak agar mampu membaca, berhitung atau menulis, Ayah Bunda akan melupakan proses yang wajib menyenangkan bagi anak, sehingga cenderung memaksakan anak agar mampu dalam suatu hal, ini akan berdampak anak bisa membaca tetapi tidak menyenangi kegiatan membaca. Tetapi, ketika Ayah Bunda membimbing anak untuk membahagiakannya, maka proses bimbingan yang Ayah Bunda berikan adalah sepenuhnya menyenangkan bagi anak, jika anak senang, maka akan tumbuh Minat belajarnya, sehingga berdampak pada kemampuannya akan meningkat. Semua anak akan merasa senang belajar jika prosesnya menyenangkan. 

Kedua, agar proses bimbingannya menyenangkan, Ayah Bunda dapat mengajak anak bermain. Semua anak suka dan senang bermain. Jadi, mengajak anak bermain merupakan cara kita menyisipkan pembelajaran di dalam permainan tersebut. Nah, permainan inilah yang harus kita pilihkan sesuai dengan tahapan kemampuannya. Contohnya, bermain puzzle, melihat-lihat gambar, mewarnai, mencoret bebas, ini sudah termasuk kegiatan belajar yang menyenangkan bagi anak. 

 Ketiga, setelah Ayah Bunda mengetahui beberapa permainan yang edukatif bagi anak, serta mengetahui kemampuan anak, biarkan anak memilih permainan yang sesuai dengan kesukaannya. Misal, Ayah Bunda memberikan permainan puzzle serta alat mewarnai, dan anak memilih mewarnai, maka tanpa ia sadari sebenarnya ia sedang belajar.  

Penjelasan di atas adalah bentuk penerapan metode biMBA, yaitu fun learning, small step system dan individual system. Begitulah cara biMBA membimbing Minat belajar kepada semua anak, tanpa membedakan anak normal, anak ADHD, bahkan anak autis. Ayah Bunda cukup menggunakan paradigma biMBA dan menerapkan metode biMBA. (Crn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.