Dampak Buruk Bertengkar di Depan Anak

Dampak Buruk Bertengkar di Depan Anak
Sumber: Freepik.com/yanalya

Pertengkaran yang terjadi dalam hubungan berumah tangga merupakan hal yang wajar dan bisa terjadi kepada siapapun pasangan yang sudah menikah. Adanya pertengkaran yang muncul dapat terjadi akibat berbagai permasalahan baik dari masalah yang sederhana hingga yang cukup rumit.

Pada setiap perjalanan membangun rumah tangga, memang ada masanya diuji dengan munculnya berbagai permasalahan yang dapat menimbulkan pertengkaran terhadap pasangan. Pertengkaran ini sebaiknya cukup diketahui oleh kedua belah pihak saja, jangan sampai diketahui oleh orang lain apalagi anak-anak.

Ayah Bunda, ketika kita sedang bertengkar dengan pasangan sebisa mungkin kendalikan diri kita untuk tidak menampakkannya di hadapan anak-anak kita. Karena ketika anak-anak melihat orang tuanya bertengkar di hadapannya, ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi mereka.

Baca juga

Pastinya Ayah Bunda tidak ingin anak-anak merasakan dampak buruk yang dapat terjadi nantinya. Maka dari itu, perlu kita ketahui bersama apa saja dampak buruknya. Berikut ini merupakan dampak buruk orang tua bertengkar di hadapan anak:

1. Anak menjadi takut dan tidak tenang

Anak merasa takut dan tidak tenang akibat suara keras yang didengarnya. Apalagi jika ada tindak kekerasan atau pukulan yang terlihat olehnya dalam pertengkaran. Hal ini dapat berakibat buruk untuk anak, bukan hanya hubungan antara Ayah dan Bunda yang tidak harmonis, namun hubungan kepada anak pun juga tidak akan harmonis.

2. Anak berisiko tumbuh menjadi pribadi yang kasar

Setiap anak akan merekam setiap tindakan yang telah dilihatnya, terlebih terhadap orang tuanya. Ketika melihat orang tuanya bertengkar, ini akan menimbulkan risiko anak tumbuh menjadi pribadi yang kasar.

3. Anak sulit konsentrasi dan berakibat pada perkembangannya

Ketika anak sedang bermain atau belajar misalnya, kemudian dia melihat dan mendengar ada sebuah pertengkaran yang terjadi, pastinya anak akan kehilangan konsentrasi terhadap apa yang dilakukan sebelumnya. Memang pada dasarnya anak mudah teralihkan dan konsentrasinya masih rentan, dampaknya akan memperlambat tumbuh kembang anak.

4. Anak lebih senang menghabiskan waktu di luar rumah

Saat anak merasa takut dan tidak nyaman di dalam rumahnya, maka dia akan mencari tempat yang lebih aman dan nyaman untuknya. Oleh karena itu, bertengkar di depan anak memang sangat berisiko dan harus dihindari.

5. Anak kehilangan rasa percaya pada orang tua

Bagi anak, orang tua adalah panutannya yang bisa dijadikan teladan. Namun, ketika mata dan telinganya melihat serta mendengarkan sebuah pertengkaran dari panutannya, maka akan mengikiskan kepercayaannya.

Ternyata bertengkar di depan anak sangat beresiko ya Ayah Bunda. Yuk, sama-sama kita menjadi teladan dan menjaga kesehatan mental dan psikis anak mulai sekarang. (Hana)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.