Dilarang Berkata ‘Jangan’ kepada Anak

Dilarang Berkata ‘Jangan’ kepada Anak

Seorang anak membangun sikap kemandirian untuk mengekspresikan pikiran dan tindakannya dimulai sejak buat hati kita berusia 2 tahun. Itu juga merupakan sebuah fondasi yang penting untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya. Sayangnya sebagian besar orang tua tidak tahu bagaimana menghadapi anak pada usia tersebut. Keinginan dan kelincahan anak malah sering dianggap suatu kenakalan.

Misalnya saat anak merusak mainan karena ingin tahu bagian benda-benda itu, tetapi kita malah memarahinya. Akibatnya, kata “Jangan” bahkan ancaman sering dilontarkan, hal paling fatal adalah orang tua yang melakukan makian dan pukulan terhadap anak. Tahukah bahwa hal tersebut dapat membunuh rasa percaya diri anak. Mereka akan takut mengembangkan dan mengekspresikan pikiran dan pendapatnya.

Baca juga

Pengalaman yang dialami semasa kecil akan terekam di otak dan terbawa sampai dewasa, karena 90% perkembangan otak terjadi pada usia di bawah 7 tahun. Jadi, apabila ingin anak mempunyai rasa percaya diri untuk dapat menghadapi kehidupannya kelak ketika dewasa, berikan sebanyaknya pengalaman positif. Dilarang Berkata ‘Jangan’ kepada Anak. Ubahlah kata “Jangan” dan “tidak boleh” dengan kata yang dapat membangun kepercayaan dirinya.

Contohnya saat anak bermain bola di ruang tamu. Beberapa orang mungkin berkata “Jangan main bola di ruang tamu!” ubahlah kata tersebut menjadi “Dik, main bolanya di halaman saja ya, kalau di ruangan bisa kena kaca nanti pecah.”

Ayah bunda, yuk kita bangun kepercayaan diri pada anak dengan memberikan kata-kata yang positif yang kelak akan dibawanya saat dewasa. (Ern)

 

Tinggalkan Balasan