Dompet Peduli biMBA, Ringankan Beban Korban Banjir

Dompet Peduli biMBA, Ringankan Beban Korban Banjir

Jakarta – Bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun ini memberikan duka yang mendalam bagi kita semua. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada 4 Januari kemarin sedikitnya ada 92.261 orang yang mengungsi akibat banjir di 189 titik pengungsian yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Karawang, Depok, dan Lebak. Selain menelan kerugian materil, musibah banjir ini juga tentu berdampak pada psikis bahkan menelan korban jiwa.

Suasana duka ini juga dialami oleh beberapa anggota komunitas biMBA AIUEO. Atas dasar rasa simpati terhadap musibah yang menimpa sesama komunitas biMBA AIUEO, Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) menginisiasi pengumpulan dana komunitas “Dompet Peduli biMBA” untuk disalurkan kepada anggota terdampak banjir.

Total dana sebesar Rp 45.590.279,- dikumpulkan dari 20 orang anggota komunitas di antaranya mitra, staf pusat dan unit biMBA, orang tua murid, dan manajemen. Kemudian YPAI menggenapkan dari kas organisasi sebesar Rp 11.909.721,- hingga dana yang terkumpul mencapai Rp 57.500.000,-.

Baca juga

Donasi yang terkumpul saat ini sudah disalurkan kepada 4 unit biMBA AIUEO, 70 orang anggota komunitas yang terdiri dari staf kantor pusat, KU, motivator, serta orang tua murid dari 17 unit. Donasi disalurkan dalam bentuk uang tunai kecuali untuk murid yang rumahnya terdampak banjir, donasi diberikan dalam bentuk beasiswa SPP di biMBA.

Menurut Kepala Divisi Administrasi Humas biMBA AIUEO, Wiwi Yunianto, aksi sosial penggalangan donasi yang diberikan kepada korban musibah banjir di Jabodetabek awal tahun ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan sesama anggota komunitas biMBA yang bertujuan untuk meringankan sebagian beban mereka. “Memang donasi ini tidak mengganti seluruh kerugian yang teman-teman alami, semoga dapat meringankan beban yang diderita,” ungkap Wiwi.

Selain itu, salah satu orang tua murid biMBA AIUEO Unit Kampung Baru Tanggul bernama Ida Kurniasih yang ditemui ketika penyerahan bantuan beasiswa murid, mengaku bantuan yang diberikan membantu meringankan bebannya. “Saya sangat berterima kasih kepada para donatur dan YPAI karena sudah terbantu untuk dapat membeli sebagian barang-barang yang rusak,” ujar Ida. (Riz)

Lihat juga videoKepedulian biMBA AIUEO Pusat Tehadap Korban Banjir

 

Salah satu motivator biMBA Agus Salim yang menjadi penerima bantuan dari Dompet Peduli biMBA.
Salah satu motivator biMBA Agus Salim yang menjadi penerima bantuan dari Dompet Peduli biMBA.
Foto bersama penerima donasi di biMBA Kampung Baru Tanggul
Foto bersama penerima donasi di biMBA Kampung Baru Tanggul yang terdiri atas orang tua murid dan motivator.
Lumpur yang tersisa akibat banjir di salah satu unit biMBA AIUEO
Lumpur yang tersisa akibat banjir di salah satu unit biMBA AIUEO
Suasana kelas yang terdampak banjir.
Suasana kelas yang terdampak banjir. Terlihat beberapa meja dan karpet berantakan dan rusak.
Sudut ruangan unit yang berantakan pasca banjir yang melanda di awal tahun ini.
Sudut ruangan biMBA R.A. Kartini Bekasi berantakan pasca banjir yang melanda di awal tahun ini.
Kerugian materil berdampak terhambatnya proses belajar mengajar di biMBA.
Kerugian materil berdampak terhambatnya proses belajar mengajar di biMBA.
Modul anak ikut menjadi basah dan rusak setelah bencana banjir.
Modul anak ikut menjadi basah dan rusak setelah bencana banjir.
Tampak biMBA Bumi Bekasi Baru yang masih terendam banjir.
Tampak biMBA Bumi Bekasi Baru yang masih terendam banjir. Kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan selama musibah ini.
Unit biMBA yang terdampak banjir kemarin.
Unit biMBA yang terdampak banjir kemarin.
Banjir yang mulai surut sebelumnya menggenangi sebagian unit biMBA.
Banjir yang mulai surut sebelumnya menggenangi sebagian unit biMBA.

Tinggalkan Balasan