Hambatan Mental pada Anak dalam Belajar

Hambatan Mental pada Anak dalam Belajar
Hambatan Mental Dapat Mempengaruhi Prestasi Anak t
[health.liputan6.com/]
Tahukah Ayah bunda bahwa anak yang berprestasi di sekolah ternyata dipengaruhi oleh motivasi atau keinginan yang kuat untuk belajar. Namun, terkadang ketika kita melihat anak sudah melakukan usaha terbaiknya ternyata prestasinya biasa-biasa aja. Apa yang salah?

Ada beberapa hambatan mental yang sangat berpengaruh bagi anak dalam belajar. Misalnya rasa malas, tidak menyukai pelajaran tertentu, takut dengan guru, takut dengan orangtua, tidak percaya diri, dan banyak lainnya. Hambatan mental ini memberikan efek yang begitu besar sehingga motivasi belajar anak menjadi naik turun.

Baca: Mengatasi Hambatan Mental pada Anak

Seorang anak terlahir bagaikan kertas putih, apapun dalam bentuk interaksi antara orangtua atau lingkungannya akan menjadi goresan dalam hidup mereka, tidak peduli apakah itu hal baik atau buruk. Anak pada usia 0-6 tahun adalah masa kritis dan sangat efektif dalam menanamkan hal-hal yang baik. Pada usia ini anak belum memiliki filter penyaring informasi untuk membedakan hal yang benar atau salah, segala hal yang dikatakan kepada anak akan di terima dan diakui kebenarannya meskipun itu hal yang salah.

Pernahkan Ayah bunda mengucapkan hal yang negatif kepada anak? Misalnya, kamu bodoh, kamu susah diajak belajar, kamu lambat. Hal ini akan menjadi program dalam diri anak yang anak menghambat mereka di masa depan. Program yang telah masuk ke pikiran bawah sadar sangat kuat pengaruhnya dalam kehidupan, pikiran bawah sadar pengaruhnya 88% sementara kekuatan pikiran sadar hanya 12%, artinya bawah sadar lebih kuat daripada pikiran sadar.

Baca: Akibat Buruk Hambatan Mental pada Anak

Sudah jelas bukan. Hambatan mental inilah biang keladi dari prestasi belajar yang rendah pada anak. Bila hambatan mental ini tidak dicegah sejak awal maka sudah pasti anak tidak bisa meningkatkan prestasi belajarnya. Maka dari itu Ayah bunda, Yuk kita ubah pola pikir kita untuk mengubah pola pikir anak-anak kita, jangan biarkan hambatan mental pada anak dalam belajar membuat anak kesulitan belajar di masa depan. (Ern)

Tinggalkan Balasan