Jangan Rampas Hak Anak untuk Bermain

Hak Anak untuk Bermain

Tahukah Ayah bunda, Saat kita melarang anak bermain sesungguhnya kita telah melakukan perampasan hak anak. Tanpa disadari ternyata telah melakukan eksploitasi anak terhadap kebebasannya, anak seperti robot yang harus mengikuti semua kehendak orang dewasa tanpa memberikan kesempatan untuk mengungkapkan yang ingin dilakukan anak.

Pada saat bermain, anak cenderung menerima banyak rangsangan yang dapat membuatnya senang dan menambah pengetahuan. Maka dari itu proses belajar pada anak harus dilakukan seperti halnya bermain, kecerdasan otak anak didapatkan dari kegiatan melihat, mendengar, meraba, dan merasakan. Tanpa bermain anak akan kesulitan bersosialisasi.

Proses bermain anak melibatkan semua anggota tubuh dan pikirannya, maka kegiatan tersebut akan selalu membekas di dalam dirinya. Namun, seringnya campur tangan kita terhadap aktivitas anak justru malah akan menghambat perkembangan kecerdasan anak.

Ayah bunda mengajak anak untuk belajar tidak harus dilakukan seperti suasana sekolah. Akan tetapi, proses tersebut dapat dilakukan melalui permainan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Banyak jenis permainan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan anak.

Jangan larang anak untuk bermain, bermain dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kesenangan sekaligus berpikir rasional. Selain itu bermain juga mengajarkan anak untuk bertanya dan mencoba mencari jawabannya. Yuk mulai sekarang jangan rampas hak anak untuk bermain. (Ern)

 

Tinggalkan Balasan