Jika Anak Punya Masalah dengan Teman, Ini yang Orang Tua Harus Lakukan

anak punya masalah dengan teman
Sumber: Freepik.com/gpointstudio

Ternyata tidak hanya kita orang dewasa yang memiliki masalah dalam menjalani kehidupan. Namun, Anak-anak juga terkadang memiliki masalah dengan temannya. Misalnya, anak merasa dijauhi oleh teman-temannya, diejek, dipermalukan, atau pun masalah lainnya.

Perlu kita sadari, bahwa anak tidak selamanya berada di sisi kita. Ada permasalahan yang mungkin harus mereka hadapi sendiri suatu hari nanti. Semakin bertambah lingkaran sosial mereka, semakin banyak pula orang yang mereka temui dengan berbagai macam perangainya. 

Penting bagi orang tua untuk melatih anak-anak bagaimana menyikapi dan merespon permasalahan dengan teman. Jangan sampai anak-anak kehilangan rasa percaya dirinya atau pun berbalik melakukan hal yang sama.

Baca juga

Ketika anak kita sedang memiliki masalah dengan temannya, sebagai orang tua kita harus  menyikapinya dengan baik serta bijaksana. Agar anak pun tidak merasa sedih dan bisa menghadapi permasalahannya.

Ayah Bunda, mari kita simak pembahasan cara menyikapi anak yang memiliki masalah dengan teman berikut ini.

1. Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan emosi anak

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan anak kita, mulai dari tingkah lakunya, pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya ketika anak mengalami perubahan emosi, misalnya dari yang biasanya ceria namun berubah menjadi diam. Kita harus bisa lebih peka terhadap anak kita.

2. Tanyakan apa yang sedang dihadapi anak. 

Ajak anak menceritakan sedetail mungkin apa yang ia alami. Dengarkanlah ceritanya dengan penuh perhatian sehingga anak pun akan merasa nyaman untuk bercerita. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai orang tua kita sangat peduli dengan apa yang anak rasakan, anak pun akan merasa diperhatikan.

3. Respon dengan kasih sayang

Bila anak tidak bersalah yakinkan bahwa tidak ada yang salah dengannya. Bisa kita hibur dia agar tidak terus bersedih. Namun, bila anak melakukan kesalahan, jelaskan dengan bahasa yang bisa diterima anak apa yang sebaiknya dia lakukan dan ingatkan anak untuk tidak mengulangi kesalahannya kembali. 

4. Latih anak untuk tidak balik membalas

Contohnya ketika anak diejek atau dipukul oleh temannya, kita tidak boleh menyuruh anak untuk melakukan hal yang sama seperti yang temannya lakukan. Berikan penjelasan padanya, bahwa kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan, namun balaslah dengan perbuatan yang lebih baik. Nasihati dia untuk tidak mengulangi perbuatan buruk tersebut, karena hal itu bisa menyakiti orang lain. 

Nah, Ayah Bunda itulah sikap yang bisa orang tua lakukan jika anak punya masalah dengan temannya. Salam biMBA. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.