Lakukan 6 Hal Ini agar Anak Jadi Pembelajar Mandiri Sepanjang Hayat

Lakukan 6 Hal Ini agar Anak Jadi Pembelajar Mandiri Sepanjang Hayat
Sumber: pexels.com/@pragyanbezbo

Pada hakikatnya seorang manusia dilahirkan untuk menjadi seorang pembelajar. Dalam hal ini lingkungan berperan besar menentukan bagaimana proses belajar berdampak pada setiap orang.

Sering kali ketika anak sedang belajar, ia menerima perlakuan pembelajaran yang kita sadari maupun tidak kurang menyenangkan. Hal tersebut akan menyebabkan timbulnya penolakan terhadap proses pembelajaran atau disebut dengan benci belajar.

Misalnya, ketika rasa ingin tahu anak sangat besar terhadap banyak hal kadang kala orang tua dan orang dewasa biasa mengatakan, “iya, nanti ya mama masih capek” atau “kamu tanya deh sama papa ya” dan berbagai alasan lainnya.

Ketidaksabaran dan penundaan jawaban dari orang tua dan orang dewasa menjadi salah satu faktor yang akhirnya menghentikannya proses belajar tersebut.

Baca juga

Adapun berikut kiat-kiat agar anak menjadi seorang pembelajar, yaitu:

1. Ciptakan fun learning

Diawali dengan menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Hal ini menjadi keharusan yang perlu dilakukan oleh orang tua dan orang dewasa untuk memastikan lingkungan bagi anak fun learning 100%.

2. Kenali karakter anak

Mengetahui kepribadian, sifat, dan kesukaan anak akan memudahkan kita saat menumbuhkan semangatnya dalam belajar. Misal, anak yang sifatnya kinestetik (banyak bergerak) dan audio (senang dengan bunyi-bunyian) memiliki perbedaan pendekatan.

3. Utamakan proses belajar dan lakukan secara bertahap

Lakukan aktivitas secara bertahap dan bukan mengejar hasil. Proses menjadi sesuatu yang penting bagi anak mengenai makna belajar. Menumbuhkan minat belajar lebih penting daripada membuat anak jadi juara. Anak yang dipaksa belajar biasanya akan benci belajar, sedangkan anak yang merasakan proses belajar yang bertahap akan berdampak pada kebahagiaan dan kesuksesan di masa yang akan datang.

4. Memberikan pemahaman yang baik kepada anak

Berikan pemahaman yang mudah bagi anak ketika sedang mempelajari sesuatu yang dikaitkan dengan hal yang ia sukai. Misalnya ketika anak sedang mempelajari kegiatan berhitung, kaitkan dengan barang-barang yang ada di sekitar rumah. Hitung ada berapa banyak kursi atau jumlahkan berbagai jenis mainan yang anak miliki.

5. Lakukan kegiatan membaca bersama-sama

Sempatkan setiap harinya membacakan buku bagi anak sedini mungkin, bahkan dimulai dari usia anak masih bayi. Jadikan kegiatan mendongeng dan membaca ini aktivitas wajib yang menyenangkan melibatkan seluruh anggota keluarga. Bila usia anak sudah cukup besar, beri kesempatan anak yang membacakan dongeng dan orang tua yang menjadi pendengar setianya.

6. Beri apresiasi kepada anak

Orang tua harus tahu bahwa sangat penting memberikan reward berupa pujian terhadap anak di setiap proses belajar yang ia hasilkan. Namun, bukan diutamakan pada pemberian barang, karena hal ini akan berdampak pada penghentian proses belajar bila tidak diberikan. Misalnya, kata-kata yang tulus dan menyemangati ketika anak sudah dapat mengikat tali sepatunya atau mencium anak ketika merapikan bekas mainannya ke kotak.

Tentunya semua tips di atas perlu didukung dengan peranan dari orang tua dan orang dewasa sebagai role model atau teladan yang baik bagi anak, sehingga anak makin termotivasi untuk menjadi seorang pembelajar.

Bersama biMBA kita wariskan Minat baca dan belajar anak sejak usia dini demi membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Tetap semangat dan terus belajar! (NH)

Tinggalkan Balasan