Manfaat Bermain bagi Anak Usia Dini

Manfaat Bermain bagi Anak Usia Dini
Sumber: Pixabay

Ayah Bunda pasti tahu kan, jika dunia anak adalah dunia bermain? Anak senang bermain di mana saja. Bermain yaitu berarti anak mencari kesenangan semata dan tanpa paksaan. Sehingga anak-anak bermain penuh dengan spontanitas, antusias, dan penuh semangat.

Bermain bagi anak usia dini dapat digunakan untuk mempelajari dan belajar banyak hal. Selain itu mereka dapat mengenal aturan, bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi, kerja sama, dan menjunjung tinggi sportivitas (Mulyasa 2014:166). Dari penjelasan tersebut, ternyata metode yang diterapkan oleh biMBA-AIUEO, sangat sesuai dengan kebutuhan anak.

Metode yang diterapkan di biMBA-AIUEO dalam membimbing Minat belajar anak yaitu wajib fun learning, yang artinya setiap kegiatan bermain sambil belajar yang dilakukan selalu menyenangkan. Proses bermain sambil belajar yang dilakukan dengan menyenangkan dan secara terus menerus, akan menumbuhkan Minat belajar anak.

Salah satu kegiatan bermain sambil belajar di biMBA-AIUEO yaitu kegiatan mewarnai. Bagi anak mewarnai adalah kegiatan bermain, tanpa anak sadari motorik halusnya semakin terlatih. Mewarnai memang selalu menjadi kegiatan yang sangat disukai anak-anak.

Baca juga

Kegiatan bermain memiliki beberapa manfaat bagi anak. Adapun manfaatnya meliputi aspek moral, motorik, kognitif, bahasa, dan sosial. Berikut ini beberapa manfaat yang tersebut yang perlu diketahui Ayah dan Bunda di rumah.

a. Perkembangan Moral

Perkembangan moral mencakup perkembangan pikiran, perasaan, perilaku menurut aturan dan kebiasaan mengenai hal-hal yang seharusnya dilakukan seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain. Pada anak usia dini, moralitas bagi mereka merupakan hal abstrak dan sulit untuk didefinisikan, sehingga perlu cara lain untuk mengenalkan moral pada anak, salah satu cara yaitu melalui kegiatan bermain. Anak usia dini yang memiliki latar tidak bisa lepas dari kegiatan bermain, seharusnya dijadikan celah dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan.

b. Perkembangan Motorik

Aspek motorik dilakukan dengan kegiatan gerak, baik gerak kasar atau halus. Pada anak usia dini, aktivitas yang dikerjakan selalu diwarnai dengan gerak. Bermain membuat anak menggerakkan anggota tubuhnya. Anak yang mendapatkan kesempatan untuk bermain, maka ia akan melatih kemampuan otot-otot yang menjadikan anak kuat dan bugar.

c. Perkembangan Kognitif

Arti dari kognitif merupakan pengetahuan, ingatan, kreativitas, daya pikir, serta daya nalar. Anak usia dini dapat mengenal konsep hanya dengan bermain. Dengan bermain, anak akan lebih mudah menerima konsep-konsep tersebut daripada diajarkan seperti orang dewasa yang sedang belajar.

d. Perkembangan Bahasa

Sejak lama telah diketahui bahwa bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan. Tanpa adanya bahasa, maka tidak akan pernah terjadi interaksi kepada siapapun. Bahasa juga menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Dalam setiap kesempatan bermain, anak selalu berkomunikasi dengan lawan mainnya, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Awalnya dalam bermain, anak hanya menggunakan bahasa tubuh, namun seiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya perbendaharaan kata maka anak akan menggunakan bahasa verbal dalam rangka berkomunikasi dengan teman mainnya.

e. Pengembangan Sosio-Emosional Anak

Menurut Catron dan Allen (1999), bermain mendukung perkembangan sosialisasi dalam hal-hal berikut ini :

  • Interaksi sosial, yakni interaksi dengan teman sebaya, orang dewasa, dan memecahkan konflik.
  • Kerja sama, yakni interaksi saling membantu, berbagi, dan pola pergiliran.
  • Menghemat sumber daya, yakni menggunakan dan menjaga benda-benda dan lingkungan secara tepat.
  • Peduli terhadap orang lain, seperti memahami dan menerima perbedaan individu, memahami masalah multibudaya.

Wah, ternyata bermain memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak ya. Jadi, Ayah Bunda tidak boleh melarang atau membatasi anak untuk bermain. Tetapi, kegiatan bermain selalu dalam pengawasan Ayah Bunda ya. Berikanlah permainan yang di dalamnya terdapat unsur pembelajaran bagi anak karena bermain adalah cara anak untuk belajar. (Crn)

Tinggalkan Balasan