Memahami Kebutuhan Anak

Memahami Kebutuhan Anak

Pernahkah ayah bunda menghadapi anak yang sulit diatur dan malas belajar? Ya, setiap orang tua pasti pernah mengalami hal tersebut. Namun, memaksa anak untuk mengikuti keinginan kita, bukanlah solusi yang tepat. Anak usia dini belum paham hal baik atau buruk, serta benar dan salah. Memahami kebutuhan anak di usia dini menjadi salah satu prioritas bagi orang tua. Sebab, di usia dini anak masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang dewasa.

Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, mayoritas orang tua tidak menyadari bahwa pola asuh yang mereka terapkan kepada anak belum tepat. Hal ini menyebabkan niat baik yang orang tua lakukan akan menghasilkan dampak yang buruk bagi anak. Contohnya, saat orang tua menginginkan anak agar rajin belajar, tetapi anak belum memiliki keinginan untuk belajar. Situasi ini akan menimbulkan perselisihan antara anak dan orang tua.

Ayah bunda, jika hal ini berulang secara terus-menerus, maka akan mengakibatkan hubungan antara anak dan orang tua menjadi tidak harmonis. Tanpa kita sadari, kita telah merampas hak anak karena telah memaksa anak untuk belajar. Kita perlu memahami bahwa anak memiliki karakter yang unik dan membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Jadi, ayah bunda jangan berharap untuk dimengerti anak. Sebaliknya, kita lah yang seharusnya memahami kebutuhan anak.

Baca juga

Karena memiliki karakter yang unik dan masih butuh perhatian, anak usia dini melakukan proses belajar dengan cara meniru. Di usia dini, anak berada dalam masa golden age (masa keemasan) yang merupakan masa terbaik bagi perkembangan otak anak. Anak melakukan proses belajar dengan melihat, mendengar dan merasakan semua yang ada di sekitarnya. Termasuk menirukan sikap dan karakter orang tuanya. Hal ini menjadikan orang tua sebagai cermin bagi anak.

Cermin inilah yang seharusnya menjadi alarm bagi orang tua dalam bersikap saat bersama anak. Saat orang tua melakukan hal baik, anak akan meniru. Sebaliknya, saat orang tua melakukan hal buruk, anak juga akan meniru apa yang ia lihat, dengar, dan rasa. Sangat penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan anak usia dini agar karakter anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Selain masa golden age (masa keemasan), anak usia dini juga sedang berada pada masa critical periode (masa kritis). Critical periode ini merupakan masa terbaik bagi pembentukan karakter anak. Di masa kritis ini tidak akan terulang kembali saat anak dewasa kelak. Orang tua sebaiknya memahami kebutuhan anak sebelum membentuk karakter anak. Salah satu kebutuhan anak usia dini yang harus dipahami dan dipenuhi orang tua adalah bermain.

Berdasarkan konvensi PBB tahun 1989 mengenai hak anak, bermain merupakan hak anak. Bermain merupakan kebutuhan dasar bagi anak usia dini yang dapat meningkatkan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Saat orang tua membimbing anak melakukan proses belajar, maka harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Sehingga anak merasa bahwa mereka sedang bermain bukan sedang belajar.

Ketika orang tua memberikan contoh bahwa belajar itu mengasyikkan, maka akan tertanam semangat belajar yang luar biasa dalam diri anak. Dampaknya kemampuan akan meningkat, anak memiliki karakter yang mandiri, optimis, dan senang belajar. Yuk, mulai belajar memahami kebutuhan anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan karakter yang baik. Salam biMBA. (Tasha)

#kebutuhan_anak

Tinggalkan Balasan