Membiasakan Fun Learning Pada Anak

Membiasakan Fun Learning Pada Anak

“Duhhh, kakak kok belum belajar juga, nanti mama bilang papa ya biar dimarahin.”

Ayo Ayah Bunda, siapa yang biasa menyuruh anak belajar seperti contoh di atas? Perlu diperhatikan untuk anak-anak terutama untuk anak usia dini, belajar bukanlah kewajiban melainkan sebuah hak yang harus dipenuhi. Lalu siapa yang wajib belajar? Orang dewasa termasuk orang tua. Maka dari itu, anak perlu didampingi, dimotivasi serta dibimbing saat belajar bukan dipaksakan.

Lalu bagaimana cara belajar yang menyenangkan untuk anak? Berikut ini beberapa kiat membiasakan Fun Learning pada anak.

1. Pahami arti kata Fun Learning.

Fun learning adalah proses belajar yang sepenuhnya menyenangkan bagi anak, di mana menggunakan konsep bermain sambil belajar. Penting bagi Ayah Bunda untuk menciptakan dan mendukung suasana yang sepenuhnya menyenangkan untuk anak, agar tumbuh minat dan daya imajinasinya. Kegiatan seperti bermain angka, huruf, kata dan tulisan harus dibuat menyenangkan tanpa terkecuali sesuai karakter, kesukaan dan kemampuan anak. Sehingga bila orang tua memaksa anak belajar, bukan membuat anak senang belajar, malah anak akan benci belajar.

2. Orang tua adalah guru pertama bagi anak.

Orang tua harus memberi contoh positif untuk anak. Dari orang tua, anak dapat mengambil gagasan bahwa belajar itu menyenangkan. Jadi, bila Ayah Bunda ingin anaknya suka membaca, yuk beri contoh dan dukung anak suka baca. Misalnya, bacakan buku cerita sebelum tidur atau rutin mengajak ke toko buku daripada ke mall.

Baca juga

3. Terlibat dalam kegiatan belajar anak-anak.

Berpartisipasi menjadi pendukung ketika anak sedang belajar. Misalnya, untuk anak usia SD, dampingi ketika mengerjakan PR, jangan hanya menyuruh mengerjakan lalu orang tua sibuk dengan kegiatannya sendiri. Hal ini agar anak termotivasi dan merasakan bahwa belajar itu kegiatan yang menyenangkan.

4. Siasati permainan anak menjadi kegiatan yang mendidik.

Minimalisasi waktu menonton televisi dan bermain gadget. Permainan yang sifatnya nyata dari lingkungan sekitar anak, seperti bermain petak umpet, bermain sepeda, mendongeng, dan masih banyak lagi. Permainan edukasi akan membantu optimalisasi tumbuh kembang anak, memecahkan masalah, meningkatkan daya tahan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong anak untuk menjadi seorang pembelajar.

Untuk menumbuhkan minat belajar anak, selain harus terciptanya suasana yang sepenuhnya menyenangkan juga perlu konsisten dalam membimbing anak-anak. Bermain sambil belajar yang menyenangkan merupakan sarana yang baik untuk mengembangkan fungsi kognitif, afektif, serta psikomotorik anak. Yuk, Ayah Bunda sejak dini kita penuhi hak anak dalam mendapatkan pendidikan yang fun learning. Tetap semangat dan terus belajar! (NH)

Tinggalkan Balasan