Mencapai Kebahagiaan dengan Membimbakan

membimbakan anak

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya rajin belajar dan tumbuh menjadi anak yang berprestasi, hingga dapat menjadi anak yang membanggakan. Akan tetapi kebanyakan dari kita para orang tua lebih mementingkan hasil daripada prosesnya, sehingga tidak sedikit para orang tua yang sampai memaksakan anaknya untuk belajar.

Padahal, yang terpenting dalam belajar adalah proses yang dilakukan, bukan malah hasilnya. Karena hasil itu hanyalah dampak dari suatu proses yang dilalui. Maka kita sebagai orang tua harus memahami terlebih dahulu tentang hal ini ketika ingin agar anak menjadi rajin belajar.

Ketika dalam proses belajar yang anak lakukan itu menyenangkan, pasti dampaknya anak akan menjadi rajin dan senang belajar dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan terlebih dahulu oleh kita sebagai orang tuanya. 

Sebagai orang tua kita pun harus berusaha agar anak menyukai dengan kegiatan belajar. Sebelumnya kita harus dapat memahami terlebih dahulu bahwa belajar belum menjadi kewajiban bagi anak usia dini, namun sebagai orang tua kita memiliki tanggung jawab untuk membimbing mereka untuk menjadi generasi yang dapat bermanfaat untuk seluruhnya.

Baca juga

Di biMBA AIUEO memiliki sebuah visi yaitu membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat, yang artinya adalah generasi yang cinta dengan ilmu pengetahuan, yang tidak ketergantungan dengan apapun kecuali Tuhan Yang Maha Kuasa di sepanjang hayatnya. 

Agar visi tersebut bisa tercapai maka dibutuhkan suatu misi atau langkah yang harus diupayakan demi mewujudkannya. Salah satu caranya yaitu dengan membimbakan.

Tahukah Ayah Bunda apa itu membimbakan? Membimbakan yaitu proses membimbing anak agar tumbuh karakter Minat belajar anak. Jadi, membimbakan ini sangat penting untuk kita lakukan khususnya kepada anak-anak para generasi penerus bangsa dan negara ini. Ketika Minat belajar anak sudah kita tumbuhkan, maka akan tumbuh Minat yang lainnya seperti Minat baca, tulis, dan matematika.

Dampaknya lagi kemampuannya akan meningkat. Jika proses yang digunakan sudah menyenangkan (fun learning), maka akan senantiasa untuk diulang kembali, sehingga Minat belajar akan tumbuh. Semakin diulang maka akan semakin mampu. Kemampuan tersebut akan meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam menjalankan proses belajar, sehingga proses belajar akan semakin menyenangkan, dan Minat belajar akan tumbuh secara luar biasa (Minat kuadrat).

Dengan begitu anak-anak akan bahagia dan menikmati proses belajarnya. Sebagai orang tua kita pun akan merasa bahagia atas Minat belajar yang sudah tumbuh dalam diri anak-anak kita. Jadi, sebagai orang tua tidak perlu lagi untuk menyuruh, memarahi, dan memaksa anak untuk belajar.

Mari Ayah Bunda bersama kita terus belajar untuk terus memperbaiki diri dan senantiasa semangat untuk bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita. Tuhan telah berikan anugerah terindah dengan menghadirkan sang buah hati untuk melengkapi, maka kita pun sebagai makhluk-Nya harus berusaha untuk menjaga dengan sepenuh hati apa yang telah diberi. (Hana) 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.