Mendidik Anak dengan Bahagia

Mendidik Anak dengan Bahagia
Sumber: Freepik.com/tirachardzFreepik.com/tirachardz

Anak yang bahagia terlahir dari orang tua yang bahagia. Sadarilah wahai Ayah Bunda, anak bukan beban yang bisa untuk dikeluhkan kehadirannya. Anak adalah suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yang kehadirannya bisa menambah kebahagiaan bagi hidup kita.

Saat kita sadar dan paham bahwa anak adalah anugerah yang indah, maka kita pun akan dengan baik menjaga, mendidik, serta menyayanginya dengan penuh cinta dan bahagia. Mari kita didik anak dengan bahagia. Ayah Bunda yuk simak pembahasan berikut ini.

Connect with your kid. Upayakan untuk selalu terhubung dengan anak. Dr. Laura Markham, psikolog menyarankan untuk mengukir kenangan yang baik dengan anak. Sesibuk apa pun kita bekerja. Hal ini akan membuat kita dan anak bahagia. Misalnya mengajak anak makan malam menu favorit mereka.

Bersikap proaktif. Apakah kita pernah berteriak atau bahkan membentak anak kita? Maka kita perlu menemukan cara untuk menyiapkan diri lebih baik sehingga dapat lebih tepat bersikap terhadap anak. Berupayalah untuk mengantisipasi hal yang menjadi kekhawatiran. Misalnya membaca tips praktis parenting.

Baca juga

Stop yelling. Apakah kita sering marah dengan berteriak kepada anak? Kabar baiknya, hal ini bisa dihentikan. Buatlah daftar yang dapat membuat kita merasa tenang. Misalnya, minum air hangat, menghirup aroma terapi, mengambil nafas dalam. Hal ini bertujuan supaya kita menerima dan mengontrol emosi diri kita.

Be kind to yourself. Berupaya untuk menjadi diri sendiri dengan cara menerima segala kekurangan, kelebihan, bahkan kesalahan-kesalahan kita. Meluangkan waktu untuk self talk hal positif kepada diri sendiri.

Nix the guilt. Berupaya untuk tidak fokus pada kesalahan yang sudah kita lakukan, karena fokus terhadap kesalahan diri dapat meningkatkan stres dan memengaruhi cara kita merespon anak kita. Seorang psikolog Elizabeth Lombardo, mengemukakan  salah satu cara sederhana untuk tidak fokus dari kesalahan yaitu menghapus kata “seharusnya saya tidak….” “seharusnya saya lebih….”

Rate yout stress. Memberikan urutan ranking stres kita di rentang skala 1 s.d 10, selanjutnya melakukan cara untuk mengatasinya. Misalnya, kita mengukur skala stress kita sudah berada di tingkat 10, maka kita dapat meluangkan waktu untuk bermeditasi, minum kopi, dsb.

Be gratefull. Bersyukur terhadap segala yang sudah diterima dan dimiliki secara teratur setiap hari merupakan kunci kebahagiaan. Buatlah daftar list yang perlu disyukuri setiap hari dan mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta karena berkat yang sudah dilimpahkan-Nya.

Let it go. Ayah Bunda, terkadang kita harus bijak untuk melepaskan beban tertentu yang membuat kita sampai kewalahan atau kehabisan tenaga. Misalnya, kita perlu melepaskan pikiran kita mengenai kekhawatiran terhadap hal-hal yang belum terjadi, sebaliknya fokus kepada hal-hal yang penting dalam hidup kita.

Meluangkan waktu bersama pasangan. Berupaya untuk meluangkan waktu berdua, Ayah Bunda. Misalnya meluangkan waktu untuk minum teh bersama 10 menit sebelum anak bangun tidur. Semakin kuat hubungan, maka Ayah Bunda akan menjadi orang tua yang lebih baik. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.