Mendidik Anak Tanpa Kekerasan

Mendidik anak tanpa kekerasan

Banyak kasus terjadinya tindak kekerasan, penindasan dan perlakuan diskriminatif terhadap anak, tetapi perlakuan tersebut dianggap sebagai suatu hal yang wajar seolah-olah memang harus dilakukan, padahal itu adalah sebuah pemikiran keliru yang terus berkembang. Akibatnya orang tua merasa berhak melakukan apa saja terhadap anak.

Ayah bunda, semoga kita tidak termasuk orang dewasa yang mendidik anak dengan kekerasan. Anak adalah pribadi kecil dan lemah yang harus diberikan kasih sayang dan dididik dengan cara yang baik karena anak adalah sebuah amanah yang harus kita jaga.

Tentu saja kita ingin anak tumbuh menjadi anak yang sukses, tetapi ketika orang tua menggunakan kekerasan untuk mendidik anak, artinya orang tua lebih sering menuntut dibandingkan memotivasi adalah perilaku otoriter yang harus dihindari. Kita sering mengharapkan kepatuhan mutlak dan menggunakan hukuman sesuka hati.

Baca juga

Mendidik anak dengan kekerasan tidak akan membuahkan hasil yang positif karena kekerasan dalam bentuk apapun akan membuat marah siapapun yang menerima hukuman, begitu pula dengan anak meskipun anak tidak bisa melawan, tetapi anak akan mencontoh perilaku tersebut. Anak akan berpikir bahwa kekerasan adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Ayah bunda, ketika kita menghukum anak dengan kekerasan, anak akan kesulitan menganggap orang tua sebagai teman yang dapat melindunginya. Tentunya kita tidak ingin buah hati kita menganggap orang tua adalah musuh terbesarnya. Yuk, sejak sekarang kita kubur dalam-dalam mendidik anak dengan pemaksaan dan kekerasan, solusinya kita bisa membangun hubungan yang hangat dengan anak. (Ern)

 

Tinggalkan Balasan