Meneladani Semangat Belajar Ibu Kartini

Sumber foto: http://nusantaranews.co

Ibu Kartini terkenal sebagai seorang pembelajar. Tahukah kalian kenapa ia disebut sebagai pembelajar? Ternyata ia adalah seorang wanita yang hebat, suka membaca buku, senang belajar, dan pastinya memiliki semangat belajar yang tinggi. Wah apakah kalian ingin seperti Ibu Kartini? Yuk kita kenali lebih dekat sosok Ibu Kartini dan menjadikannya teladan yang baik.

Jadilah Pembelajar seperti Ibu Kartini

Ada sebuah pepatah yang mengatakan ‘Semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah’ artinya kita bisa belajar dari siapapun, mulai dari anak-anak, orangtua, guru, teman dan belajar tidak harus di bangku sekolah, kita bisa belajar di manapun kita berada. Dahulu saat Ibu Kartini belum membangun sekolah ia mengajar para kaum ibu belajar di luar ruangan, sementara saat ini fasilitas belajar sudah cukup memadai, maka dari itu semangat kita harus tetap berkobar.

Baca: Makna Hari Kartini

Pada masa lalu mendapat pendidikan tidaklah mudah, banyak orang yang tidak memiliki kesempatan sekolah terlebih bagi kaum wanita. Sebagai seorang pembelajar Ibu Kartini tidak ingin ilmu yang didapatkan hanya untuk dirinya sendiri, ia ingin menjadi seorang yang bermanfaat sampai akhirnya membuka sekolah bagi siapapun tidak memiliki pendidikan.

Selain Ibu Kartini ada banyak pahlawan lainnya yang bisa kita teladani semangat belajarnya. Seperti Ibu Susi Pudjiastuti yang juga seorang pembelajar, meskipun hanya lulusan SMP tetapi beliau bisa menjadi Menteri Perikanan dan memiliki 50 pesawat terbang. Hal ini juga membuktikan bahwa seorang pembelajar tidak harus berpendidikan tinggi karena berpendidikan tinggi tetapi tidak mengamalkannya sama saja sia-sia, belajar bisa kapanpun, di manapun, dan siapapun berhak untuk belajar.

Habis Gelap Terbitlah Terang

Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Rasa ingin tahu yang dimiliki Ibu Kartini sangat besar, ia tidak pernah puas dalam mempelajari suatu hal, ia selalu bertanya sampai rasa penasaran tersebut terpenuhi. Tidak jarang Kartini mengungkapkan isi hatinya dengan menulis surat untuk sahabat pena di Belanda dan kini surat-surat tersebut dibukukan dengan judul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’

Sekarang setiap orang baik laki-laki atau perempuan bebas bereksplorasi, fasilitas belajar semakin memadai. Namun pada masa Ibu Kartini ia harus dipingit di dalam rumah dan tidak bisa keluar namun ia tidak putus asa, ia mengisi hari-harinya dengan membaca buku. Suatu saat Ibu Kartini merasa bahagia saat diizinkan mengajar menjadi guru, baginya pendidikan adalah hal penting dan hak semua orang.

Ibu adalah Guru Pertama bagi Anak

Betapa besar pengaruh ibu bagi anak, ia adalah guru pertama bagi anak yang berperan penting dalam membentuk watak, karakter dan kepribadian anak sebelum anak duduk di bangku sekolah. Namun adakalanya ada ibu yang beranggapan ketika anak sudah sekolah maka guru disekolah yang bertanggung jawab atas pendidikan anak.

Peran ibu tidak bisa tergantikan oleh siapapun, karena seorang ibu memiliki peran yang lebih penting dari seorang guru, yakni membangun kecerdasan emosional dan spiritual anak. Seorang ibu juga harus membekali dirinnya dengan ilmu yang memadai, harus tergerak meningkatkan kualitas diri, sebab untuk menciptakan anak yang berkualitas diperlukan seorang ibu yang berkualitas pula. Ibu, jangan pernah berhenti belajar.

Baca: Sekolah Pertama Anak Di Pangkuan Ibu

Pada dasarnya seorang ibu memang harus mengurus rumah tangga tetapi juga seorang ibu harus mampu menginspirasi anaknya seperti halnya Ibu Kartini, karena ibu adalah Kartini bagi anak-anaknya. Yuk kita ikuti jejak ibu Kartini menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Selamat Hari Kartini, meskipun kita hidup di masa kini kita tidak boleh kalah dengan Ibu Kartini yang hidup di masa lalu. Tetap semangat dan terus belajar.

Ibu Kartini adalah pembelajar mandiri, bagaimana meneladaninya?

1. Cintailah membaca

Ibu Kartini adalah pahlawan yang hobi membaca buku, tahukan bahwa buku adalah jendela dunia dan sumber dari ilmu pengetahuan. Semakin banyak kita membaca maka pengetahuan kita semakin meningkat pesat, pastinya kita ingin rasa penasaran kita terjawab bukan? Yuk membaca buku sekarang juga.

2. Dukung minat anak

Tentu saja setiap anak memiliki kesukaan yang berbeda-beda, kita bisa mengarahkan anak bidang tertentu yang sesuai dengan Minatnya. Dengan adanyanya Minat maka anak akan terus belajar tanpa merasa terbebani apalagi terpaksa, ia akan melakukan proses belajar dengan hati yang senang. Jika Ibu Kartini memiliki Minat yang besar di dunia pendidikan. Bagaimana dengan kalian?

3. Tetap semangat dan terus belajar

Jangan pernah lelah dalam belajar karena belajar merupakan kebutuhan kita sehari-hari seperti halnya dengan makan dan minum. Apabila makan dan minum untuk kesehatan jasmani kita, sementara belajar adalah suplemen di otak yang berguna agar kita bisa menjalani kehidupan dengan baik. Jangan pernah menyerah dan nyalakan terus semangat kita.

4. Beramal Soleh

Memiliki ilmu tiada artinya jika kita hanya menyimpannya sendiri, berbagilah dengan orang-orang di sekitar kita. Berikan pengalaman belajar kita kepada orang yang tidak memiliki kesempatan yang sama seperti kita, seperti yang dilakukan Ibu Kartini.

5. Kejar cita-cita setinggi mungkin

Wah kalau ditanya kira-kira apa ya cita-cita kalian? Pasti bermacam-macam. Yakinlah bahwa suatu saat cita-cita yang kalian inginkan bisa tercapai dan menjadi kenyataan di masa yang akan datang. (NH/Ern)

Tinggalkan Balasan