Mengenal Pola Asuh Keluarga Jepang

Pola Asuh Keluarga Jepang
Sumber: Freepik

Banyak hal yang dapat dipelajari dari budaya di Negara Jepang. Salah satunya adalah pola pengasuhan yang biasa dilakukan di negeri sakura itu. Sudah terkenal bahwa masyarakat di Jepang memiliki etos kerja tinggi, kedisiplinan, dan tata krama yang baik.

Tentu semua hal tersebut tidak datang begitu saja, melainkan lahir dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya berasal dari bagaimana seseorang diasuh dan dididik. 

Baca juga

Nah, berikut ini beberapa hal yang dapat dicontoh dari pola asuh ala keluarga Jepang.

1. Ibu dekat dengan anak

Di Jepang, hubungan antara ibu dan anak amatlah kuat. Biasanya mereka tidur dalam satu ruangan dan banyak melakukan aktivitas bersama. Bahkan pada zaman dahulu, para ibu di Jepang sering menggendong bayi di punggungnya sambil melakukan pekerjaan rumah.

2. Anak tanggung jawab utama orang tua

Banyak masyarakat Jepang yang berpikir bahwa anak-anak belum boleh dikirim ke taman kanak-kanak sebelum mereka menginjak usia 3 tahun. Orang tua tidak boleh meminta tolong kakek, nenek, atau baby sitter untuk mengasuh bayi. Orang tua harus meluangkan waktu untuk merawat anaknya secara langsung. Hal ini untuk menanamkan nilai bahwa keluarga terdiri dari orang-orang yang akan selalu saling mendukung dan melindungi.

3. Mendidik anak dengan keteladanan

Orang tua di Jepang tidak terbiasa memanjakan anak dan mendidik anak hanya dengan kata-kata atau nasihat semata. Mereka langsung memberi contoh dan menunjukkan bagaimana melakukan hal-hal yang benar. Hal ini dilakukan karena menurut mereka tingkah laku orang tua adalah cerminan bagi sikap anaknya kelak.

4. Menghargai perasaan anak

Orang tua di Jepang sangat menghargai dan memperhatikan perasaan serta emosi anak-anak mereka. Anak-anak juga diajari untuk memahami perasaan orang lain. Salah satu konsep pengasuhan dasar dari orang tua Jepang yaitu, sebelum anak berusia 5 tahun, anak diizinkan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan. Dalam budaya lain mungkin ini dianggap kurang tepat. Namun bagi orang Jepang, prinsip ini bertujuan agar anak memiliki citra diri yang positif.

5. Melatih kemandirian dan kedisiplinan

Anak dibiasakan melakukan semua aktivitas yang menyangkut dirinya sendiri secara mandiri, teratur, dan disiplin. Mulai dari merapikan mainan, mengenakan baju, makan sendiri, hingga toilet training, sehingga seiring bertambahnya usia seorang anak, ia sudah terbiasa melakukan semua hal tersebut sendiri tanpa perlu dibantu. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.