Menguji Kekompakan Orangtua dan Murid biMBA Panjer Denpasar

Menguji Kekompakan Orangtua dan Murid biMBA Panjer Denpasar

Denpasar – Pelepasan murid biMBA Panjer Denpasar Bali berlangsung seru. Orangtua murid yang hadir dilibatkan dalam sebuah permainan untuk menguji kekompakan. Mereka membentuk kelompok yang terdiri dari satu anak bersama kedua orangtua masing-masing. Setelah itu mereka diberi potongan-potongan puzzle untuk disusun hingga membentuk gambar yang utuh.

Baca: Murid dan Orangtua Kompak Menari Bersama

Kelucuan terjadi ketika potongan-potongan puzzle sebagian sudah tersusun, tetapi dibongkar lagi oleh sang anak. Sering pula anak-anak memasang puzzle terbalik. Hal tersebut tentu membuat orangtua gemas. Namun, disitulah kekompakan tim dan kesabaran orangtua diuji. Keseruan tersebut hanyalah merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang digelar oleh biMBA Panjer pada Minggu, 13 Mei 2018 bertempat di Bale Banjar Sasih Panjer Denpasar.

Kegiatan tersebut dalam rangka merayakan ulang tahun ke-3 Unit Panjer sekaligus wisuda atau pelepasan 10 murid biMBA level 4. Secara keseluruhan acara ini diikuti oleh 100 anak didampingi oleh orangtua masing-masing. Acara diawali dengan penampilan murid biMBA yang mementaskan tari tradisonal Bali yaitu Tari Janger. Setelah itu acara dimeriahkan dengan pentas baca, mewarnai, fashion show dan game menyusun sejumlah gelas membentuk piramida.

Baca: Minat Baca Tinggi, Orangtua Bangga

Mitra biMBA Panjer, Bapak I Putu Jayatra dalam sambutannya mengatakan orangtua jangan hanya berpuas diri anaknya hanya sampai level satu di biMBA. Sebab, ada empat level di biMBA yang setiap levelnya akan membangun karakter gemar belajar kepada anak secara sistematis dan terstruktur. “Terutama level empat dengan indikasi kemampuan anak mampu menulis karangan. Kalau sudah sampai level empat ini, anak memiliki minat belajar yang tinggi,” tandas I Putu Jayatra.

Asisten Koordinator Wilayah Bali, Fitriyani menegaskan biMBA bukan les baca yang mengajari anak agar bisa baca, tetapi biMBA adalah institusi yang membangun minat baca dan belajar anak. “Ini yang membedakan biMBA dengan lembaga pendidikan anak usia dini yang lain karena minat baca lebih penting dibanding anak hanya sekadar bisa baca. Jika minat baca sudah tumbuh, maka kemampuannya akan mengikuti,” ujar Fitriyani. (Aks)

Penampilan Tari Jangger oleh murid biMBA
Penampilan Tari Jangger oleh murid biMBA
Pelepasan murid biMBA Panjer level 4
Pelepasan murid biMBA Panjer level 4
Serunya lomba mewarnai
Serunya lomba mewarnai
fashion show
fashion show

 

Tinggalkan Balasan