Meningkatkan Percaya Diri Anak Dalam Belajar

Percaya diri anak dalam belajar. [Belajar Mengajar – Blogger]

Meningkatkan Percaya Diri Anak Dalam Belajar

Rasa percaya diri anak akan tumbuh dan berkembang melalui prestasi yang berhasil mereka lakukan. Mulai dari bagaimana mereka dapat mengancingkan baju sendiri,  mengikat tali sepatu, bahkan membaca huruf dan angka. Ketika anak berhasil mencapai prestasi tersebut, mereka merasa mampu, kompeten, dan siap untuk berbuat lebih banyak, akhirnya anak menjadi sukses dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. Keberhasilan mereka ini dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

Percaya diri sebagaimana dijelaskan dalam kamus besar bahasa indonesia merupakan sikap mental berkenaan dengan keyakinan dan kepercayaan diri terhadap kemampuan seseorang.    Rasa percaya diri anak dapat dibentuk melalui penguatan positif, yaitu anak akan mendapatkan dorongan atau motivasi dari ayah bunda dan lingkungan sekitarnya melalui komunikasi yang baik. Ketika anak sudah mendapatkan penguatan positif dan berhasil mencapai hal-hal yang baru, mereka cenderung untuk mencoba sesuatu yang lebih menantang karena mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas tertentu. Kondisi ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak karena mereka mendapatkan suatu keterampilan baru dan mereka benar-benar percaya bahwa mereka mampu untuk melakukannya.

Anak yang memiliki rasa percaya diri biasanya akan mengucapkan :

“Aku bisa melakukannya!”
“Lihatlah saya!”
“Saya ingin melakukannya sendiri!”
“Aku bisa melakukannya sendiri!”

Pernyataan-pernyataan tersebut adalah contoh bagaimana anak-anak telah meyakini akan kemampuan yang mereka miliki.

Dalam proses aktivitas anak di bidang akademis, terkadang mereka sering mengalami rasa tidak percaya diri dalam belajar mengenai materi tertentu. Biasanya anak akan menghindar dan takut bila dihadapi dengan materi bersangkutan. Bahkan tidak jarang pula mereka menangis karena merasa tidak sanggup untuk melakukannya. Disinilah peran ayah bunda, bagaimana memotivasi anak-anak agar mereka merasa percaya diri dan meyakinkannya bahwa mereka mampu untuk melakukan tugas tersebut.

Beberapa langkah yang dapat membantu ayah bunda mengatasi anak yang tidak percaya diri dalam aktivitas akademis adalah sebagai berikut :

  • Berikan kepercayaan anak untuk melakukan beberapa hal sendiri

Anak akan merasa senang bila mereka dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kekuatan dan kemampuan mereka. Berikan kebebasan bagi anak untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya.    Bila mereka diberi kepercayaan, mereka akan dapat mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan yang baik. Misalnya ketika anak mendapatkan tugas mengarang dengan 3 kalimat. Biarkan mereka mengeksplor hal apa yang ingin mereka ceritakan. Berikan kepercayaan pada anak, bahwa mereka mampu untuk mengarang suatu cerita tersebut. Tugas ayah bunda mendampingi, mengarahkan dan memotivasinya.

  • Mengakui prestasi anak dengan tepat

Berilah pujian kepada anak bila mereka berhasil melakukan hal-hal baru, mulai dari hal sekecil apapun. Hargai usaha mereka dan berikanlan pengakuan kepadanya bahwa mereka mampu melakukan tugas tersebut. Misalnya anak ayah bunda berhasil menyelesaikan tugas mewarnai mereka. Hargai karya mereka dan tempel hasilnya di dinding kamar atau lemari mereka.   Apapun hasilnya, jangan memberikan komentar negatif seperti “kok daun warnanya ungu”, “mewarnainya berantakan” atau kalimat negatif lainnya yang justru akan membuat mereka merasa sedih dan tidak mampu melakukannya. Sebaiknya ayah bunda memberikan pujian “Ayah senang melihat usaha kamu mewarnai hari ini. Besok diusahakan jangan keluar garis lagi ya”

  • Membuat daftar kekuatan dan kelemahan

Ayah bunda dapat memantau kegiatan belajar anak-anak dengan cermat dan melihat apa yang mereka lakukan. Di mata pelajaran atau pada materi manakah yang mereka merasa mudah atau kesulitan untuk melakukannya. Bila tahu kekuatan anak pada mata pelajaran apa yang mereka sukai, gali kemampuannya dan rangkailah prestasi anak dibidang itu. Hal ini akan membangkitkan semangat mereka dan mendorong percaya diri mereka lebih baik. Sebaliknya jangan terlalu memaksakan bila ada mata pelajaran yang sulit dan tidak disukai anak. Jangan membuat anak semakin depresi karena tekanan dari ayah bunda dan lingkungan sekitarnya.

  • Hati-hati membuat perbandingan

Kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan yang lainnya, baik itu adiknya, kakak, teman atau saudaranya akan merusak harga diri anak. Mereka merasa dirinya selalu menjadi perbandingan dan merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk melakukan tugas yang diberikan.    Mungkin anak belum mampu untuk mengungkapkan kekesalannya karena selalu dibanding-bandingkan tetapi hal ini lama kelamaan akan mempengaruhi bawah alam sadarnya bahwa mereka merasa benar-benar tidak mampu melakukan tugas tersebut. Kondisi ini akan mempengaruhi rasa percaya dirinya. Daripada membanding-bandingkan anak, ayah bunda akan lebih bijaksana bila dapat mendorong mereka untuk melakukan yang lebih baik dari tugas sebelumnya.

  • Ekspresi positif

Reaksi ayah bunda dapat mempengaruhi bagaimana anak-anak merasa tentang diri mereka sendiri. Wajah bahagia dan ekspresif positif seperti intonasi suara dan bahasa tubuh akan membuat anak merasa bahwa mereka mendapatkan perhatian dari ayah bunda. Perhatian ayah bunda dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Misalnya, bila anak menunjukkan kertas ulangannya dan mendapat nilai 85 pada mata pelajaran matematika. Tunjukan ekspresi kegembiraan ayah bunda. Berikan mereka pelukan, senyuman tulus, tatap matanya sambil mengacungkan dua jempol.

  • Belajar dari kesalahan

Setiap anak pasti pernah mengalami sebuah kesalahan. Dan suatu kesalahan pasti akan ada resikonya. Terkadang kesalahan itu terjadi berulang kali yang akhirnya membuat anak menyerah dan tidak ingin melakukannya lagi. Kondisi ini membuat anak menjadi tidak percaya diri.     Ketika anak dalam kondisi seperti ini, mereka membutuhkan dukungan dari ayah bunda bahwa kesalahan adalah hal yang biasa. Dengan membuat suatu kesalahan bukan berarti anak tidak memiliki kesempatan untuk berhasil. Tetapi dari kesalahan justru anak dapat belajar untuk tidak mengulanginya lagi dan berusaha agar lebih baik sehingga tujuan mereka dapat tercapai.

  • Menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan menyenangkan

Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri anak adalah kasih sayang tulus yang diberikan oleh ayah bunda. Ciptakan lingkungan rumah yang harmonis dan bahagia.   Keceriaan dan kehangatan suasana di rumah akan berpengaruh dalam proses belajar mereka.    Anak akan merasa lingkungannya kondusif dan mendukung aktivitas akademiknya. Jadikan belajar di rumah sesuatu hal yang menyenangkan anak, bukan suatu hal yang harus ditakuti dan dijauhi. Belajar yang menyenangkan (Fun Learning) ini juga dapat ayah bunda temukan di biMBA-AIUEO.   Dimana anak dapat terbantu untuk menumbuhkan minat baca dan belajarnya.   Anak akan senang dengan menyukai kegiatan baca dan belajar karena sistemnya tidak memaksa, tidak membebani anak justru akan menyenangkan anak.(Bunda Ranis)

2 Komentar