Menstimulasi Motorik Anak agar Optimal

Menstimulasi Motorik Anak agar Optimal

Ayah bunda, setiap anak mengalami perkembangan motorik yakni proses tumbuh kembang kemampuan gerak. Motorik anak perlu adanya stimulus karena anak usia dini sedang tumbuh, belajar, dan mengeksplorasi semua yang terlihat olehnya. Perkembangan anak saat usia 2-3 tahun menentukan perkembangan anak selanjutnya, oleh karena itu sebagai orangtua berikanlah waktu dan perhatian agar perkembangan anak bisa dicapai dengan optimal.

Dalam diri anak terdapat dua jenis motorik, yaitu keterampilan motorik kasar dan halus. Keterampilan motorik kasar mencakup semua kegiatan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi dengan anggota tubuh lainnya, sedangkan keterampilan motorik halus memerlukan kecermatan dalam melakukan gerakan-gerakan yang lebih kecil, tugas-tugas ini biasanya dilakukan dengan tangan dan jari. Kedua keterampilan motorik ini perlu Ayah bunda berikan stimulus.

Bagaimana cara menstimulasi motorik anak agar optimal?

1. Stimulus motorik kasar

Stimulus ini diberikan maka anak dikemudian hari menjadi terampil dan tangkas dalam berbagai gerakan yang diperlukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ayah bunda dapat menstimulus motorik kasar dengan beberapa kegiatan seperti berikut ini:
a. Mengajak anak berlari kecil
Anak akan senang berlari-lari kecil ketika sudah mampu berjalan sendiri. Untuk membuat permainan lebih menyenangkan, Anda bisa meminta anak untuk berlari bolak-balik sambil membawa bola-bola kecil untuk dimasukkan ke keranjang bolanya.
b. Latihan keseimbangan
Dengan mengajak anak untuk berjalan di lantai yang Ayah bunda sudah beri garis dengan kapur atau gunakan kayu kecil dan beberapa batu bata untuk membuat jembatan sebagai latihan.
c. Menendang bola
Ayah bunda dapat bermain bola bersama anak dan membuat gawang dengan menggunakan dua botol air minum.
d. Menari
Ayah bunda juga dapat melakukan gerakan menari seperti melompat, berputar, menggerakan lengan ke atas ke samping atau mengayunkan kaki ke samping, berjalan maju mundur bersama anak.
e. Melukis
Kegiatan ini mengajarkan anak nama-nama warna dan mengajak anak untuk mencampurkan warna sehingga anak bebas berekspresi.

2. Stimulus motorik halus

Stimulus ini perlu diberikan Ayah bunda kepada anak agar melatih gerakan halus supaya kelak anak terampil menggunakan jari-jemari dalam kehidupan sehari-harinya, khususnya dalam kegiatan sekolah. Ayah bunda dapat menstimulus motorik halus dengan beberapa kegiatan seperti berikut ini:
a. Merangkai puzzle
Hal ini untuk melatih kecerdasan dalam merangkai gambar juga kecermatannya dalam memungut dan menempatkan puzzle pada tempatnya.
b. Kegiatan mendorong dan menarik
Biarkan anak untuk menarik dan mendorong, biasanya anak suka bermain dengan mendorong kardus, keranjang cucian atau menarik mainannya, Ayah bunda dapat melatih anak untuk menggunakan kedua tangannya agar kedua tangan terampil.
c. Coret-coret
Stimulus mencoret-coret, melipat, dan menggunting kertas dengan gunting plastik merupakan kegiatan yang dapat melenturkan otot-otot jarinya agar lebih cekatan.
d. Menyusun balok atau lego
Kegiatan ini bertujuan agar anak dapat bebas berekspresi dalam menyusun balok atau lego menjadi bentuk-bentuk yang diinginkannya.

Ayah bunda dapat menstimulasi motorik anak dengan cara-cara tersebut agar anak berkembang optimal. Hal yang perlu setiap orangtua perhatikan bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri-sendiri. Jadi, Ayah bunda tidak terlalu merasa khawatir dan sebaiknya menghilangkan kebiasaan membanding-bandingkan dengan anak-anak lainnya. (Vda)

Referensi:
http://informasitips.com/stimulasi-motorik-kasar-anak-usia-2-3-tahun
http://informasitips.com/stimulasi-motorik-halus-anak-usia-2-3-tahun

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: