Menumbuhkan Minat Baca dan Minat Belajar Pada Anak Sedini Mungkin

Menumbuhkan Minat Baca dan Minat Belajar Pada Anak Sedini Mungkin

Apakah bisa menumbuhkan Minat Baca dan Belajar pada anak sejak usia dini? Jika bisa, lalu bagaimana caranya? Pertanyaan ini mungkin banyak diajukan Ayah Bunda. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu Ayah Bunda ketahui bahwa menumbuhkan Minat pada anak sejak dini sangatlah penting karena anak usia dini memiliki potensi yang sangat besar. Masa usia 0 – 6 tahun disebut sebagai masa keemasan seorang anak (golden age).

Pertumbuhan pesat otak dimulai dari trimester ketiga dalam kehamilan dan terus berlanjut, hingga paling tidak usia 6 tahun yang berperan penting bagi perkembangan fungsi saraf, karena otak memegang kendali  dalam kehidupan seorang manusia. Melalui otak, seseorang mengenali dunianya, menyerap semua informasi dan pengalaman-pengalaman, baik yang sifatnya menyenangkan maupun menyakitkan.

Tempat sebaik-baiknya untuk menumbuhkan Minat baca dan belajar pada anak adalah rumah dan orang tua. Pembelajaran di rumah berbeda dengan di sekolah, karena pembelajaran di rumah terjadi setiap saat, tidak terikat dengan waktu, jadwal dan kurikulum tentunya. Pembelajaran di rumah bersifat alamiah dan dengan partisipasi orang tua secara aktif seharusnya menjadi lebih menyenangkan untuk anak. Orang tua sebagai sarana utama anak bersosialisasi dan juga berperan untuk mengoptimalkan potensi perkembangan serta kreativitas anak.

Baca juga

Berikut tips yang dapat dilakukan oleh Ayah Bunda untuk menumbuhkan Minat baca dan belajar anak, antara lain:

  1. Anak melihat orang tua sebagai panutan dan contoh, maka ajarkan anak hal-hal yang positif saat menghabiskan waktu bersama karena akan menentukan karakter anak di masa depan. Contohnya, Ayah Bunda tidak dapat mengharapkan anak gemar membaca bila orang tuanya saja tidak suka membaca. Jadikan bagian membaca dari aktivitas sehari-hari keluarga, walau hanya 10 – 15 menit sehari. Kemudian, lakukan kegiatan membaca bergantian pada seluruh anggota keluarga.
  2. Cobalah untuk membuat setiap kegiatan menjadi proses belajar yang menyenangkan. Misal, orang tua ingin menanamkan kedisiplinan dan kemandirian pada anak, bisa dimulai dengan melatih anak membereskan mainannya sendiri setelah bermain. Kemudian orang tua bisa membuat stempel bintang untuk setiap kegiatan yang sudah dilakukan oleh anak, misalkan kumpulan stempel bisa ditukar dengan makanan favorit anak hasil masakan Bunda.
  3. Berikan kepercayaan untuk anak bertanggung jawab. Sifat anak pada dasarnya penuh rasa ingin tahu. Contohnya ketika Ayah sedang mencuci mobil atau Bunda sedang memasak, anak ingin ikut serta membantu, namun biasanya orang tua melarang karena khawatir jadi berantakan atau berbahaya bagi anak. Berikan kesempatan anak untuk terlibat dalam kegiatan orang tua di rumah, berikan porsi tugas yang lebih mudah. Hal ini bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri anak, juga akan meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
  4. Ayah Bunda ikut bermain dengan kegiatan anak di rumah dan selalu berikan motivasi untuk mengetahui kesukaan dan ketidaksukaan anak. Misalnya berikan satu set lego dan lihat apa yang mereka ciptakan atau berikan kertas kosong untuk digambar, biarkan imajinasi anak berkembang bebas, anak akan merasa senang menciptakan sesuatu melalui kreasinya sendiri. Tidak lupa Ayah Bunda mengapresiasinya berupa pujian atau pelukan, sehingga anak akan semakin bersemangat dan terus meningkat Minat belajarnya

Ayah Bunda jangan pernah sia-siakan masa golden age anak yang sangat baik untuk landasan bagi pendidikan anak selanjutnya. Tentu saja, orang tua pun tidak boleh berhenti belajar untuk mengupayakan lingkungan positif yang mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Tetap semangat dan terus belajar! (NH)

Tinggalkan Balasan