Orang Tua Menjadi Guru Favorit Bagi Anak

Orang Tua Menjadi Guru Favorit Bagi Anak
Sumber: Freepik

Di era sekarang, sebagian besar waktu anak banyak dihabiskan di sekolah. Sehingga hal yang lumrah, anak biasanya memiliki guru favorit di sekolah. Nah, ternyata Ayah Bunda juga bisa lho menjadi guru favorit anak-anak di rumah. 

Pada dasarnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Di mana orang tua yang memperkenalkan pendidikan awal pada anak, tentang apa, siapa dan bagaimana. Anak juga belajar pertama kali mengenai dirinya dan dunianya dari orang tua. Maka sudah seharusnya Ayah Bunda yang merupakan guru pertama bagi anak menjadi guru favorit mereka. Lalu, bagaimana ya caranya untuk menjadi guru favorit bagi anak? 

Berikut cara menjadi guru favorit bagi anak,

1. Kenali kepribadian dan kesukaan anak

Setiap karakter anak berbeda-beda, bahkan untuk anak kembar sekalipun. Orang terbaik yang paling mengenal anak adalah orang tuanya. Luangkan waktu berkualitas lebih banyak dengan anak untuk lebih mendalami kepribadian dan kesukaannya. Misal, untuk anak yang visual dan senang bergerak, maka akan lebih mudah pemahamannya diarahkan dengan gerakan dan gambar. Sedangkan anak yang audio, senang diarahkan dengan cara diceritakan dan dengan bunyi-bunyian.

2. Posisikan diri sesuai dengan usia dan kebutuhan anak

Orang tua memerlukan cara pendekatan yang disesuaikan dengan tahapan usia anak. Tahapan anak usia dini 0–6 tahun, perlakukan anak dengan lemah lembut, perlindungan dan pondasi agama. Lalu untuk anak usia dasar 6–14 tahun, mulailah perkenalkan anak mengenai disiplin dan tanggung jawab. Tahapan anak usia remaja 14–21 tahun, jadilah sahabat yang bisa dipercaya oleh anak, dan tahapan terakhir anak usia dewasa muda 21 tahun ke atas. Berikan anak kepercayaan dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan.   

Baca juga

3. Sabar, sabar, dan sabar

Orang tua cenderung hilang kesabaran ketika mendidik anaknya sendiri, sehingga emosi gampang terpancing. Salah satu kunci mendidik yang efektif adalah kesabaran. Semua hal yang diajarkan orang tua kepada anak memerlukan proses untuk mendapatkan hasil yang baik. Bentuk kesabaran juga akan menjadikan orang tua sebagai contoh yang konkret bagi anak. Ayah Bunda dapat menghindar beberapa saat dari anak bila sedang lelah atau menghela nafas, ketika merasa emosi sedang memuncak. Selalu bersyukur, bahwa anak-anak yang dihadapan Ayah Bunda adalah harapan sekaligus refleksi bagaimana orang tua bersikap.

4. Jadilah orang tua sekaligus guru yang menyenangkan untuk anak

Hal penting untuk menjadi guru favorit bagi anak adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan suasana bermain, tidak memaksa, dan hindari kekerasan dalam bentuk apapun saat mengajari anak. Jika anak belum berhasil, tetap berikan semangat untuk mencoba lebih baik. Jangan pernah ragu untuk memberikan pujian bila anak berhasil melakukannya. Misalkan, Ayah Bunda memiliki agenda rutin dengan anak setiap minggunya melakukan kegiatan yang seru dan disukai anak.

5. Menjadi teladan dan pahlawan bagi anak

Orang tua mampu menjadi panutan dan pahlawan bagi anak-anaknya dalam sikap dan perilaku. Ayah Bunda bukan harus menjadi manusia sempurna setiap saat, namun selalu berusaha menjadi lebih baik setiap harinya. Anak akan meniru keseharian yang dilakukan oleh orang tuanya baik disadari maupun tanpa disadari. Setiap harinya Orang tua harus memberikan cinta dan kasih sayangnya kepada anak dengan adil dan bijak. Misalkan Ayah Bunda menginginkan anak bertutur kata baik, maka janganlah bersikap kasar seperti membentak atau berucap yang tidak pantas di hadapan anak. Hal kecil tapi bermakna lainnya, seperti membiasakan kata maaf, terima kasih dan tolong. 

Satu hal yang perlu diperhatikan kembali, bahwa peranan Ayah Bunda sama pentingnya untuk menjadi guru favorit bagi anak di rumah. Ingat, rumah dalam hal ini keluarga adalah “sekolah” pertama bagi anak, maka mulailah langkah awal menyiapkan anak yang berkarakter pembelajar dan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Salam biMBA, tetap semangat dan terus belajar! (NH)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: