Outbound biMBA Purworejo, Hujan Air Mata

Outbound biMBA Purworejo, Hujan Air Mata

Purworejo – Kegiatan outbound biMBA-AIUEO cabang Gadjah Mada di Purworejo Jawa Tengah dipenuhi gelak tawa, namun sekaligus suasana haru dan hujan air mata. Sejumlah ibu dan anak menangis karena tak mampu menahan keharuan saat mereka bermain berpasangan pada sesi bakti anak. Pada sesi tersebut setiap ibu atau ayah mengambil posisi duduk di atas dan sang anak jongkok di bawah membasuh kaki orang tuanya.

Bahkan para peserta terkejut ketika salah seorang murid, Fakhira, menjerit dan menangis lalu berlari dan sembunyi di tempat parkir mobil. Fakhira menolak ketika diajak kembali ke orang tuanya untuk melanjutkan sesi tersebut. Setelah berhasil ditenangkan, baru diketahui ternyata Fakhira histeris karena tak mampu menahan sedih sekaligus ketakutan melihat ibunya menangis saat kakinya dibasuh.

Acara yang dikemas dalam outbound dan parenting game ini juga unik. Begitu acara dimulai, semua telepon seluler dimatikan dan dimasukkan dalam tas sampai acara selesai. “Banyak orang tua dan anak menangis. Tetapi mereka juga bahagia karena seharian ini mama papanya hanya menjadi milik mereka tanpa ada pekerjaan ataupun gadget yang mengganggu kebersamaan ini,” tutur Kepala biMBA-AIUEO cabang Gadjah Mada Purworejo, Aprilia Rahmawati di sela acara yang berlangsung Minggu, 22 Desember 2019 di arena outbound Kalimasada Desa Cangkrep Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo.

Baca juga

Gelak tawa juga menghiasi kegiatan ini ketika anak dan orang tua bermain bersama. Permainannya adalah ayah atau bunda mengikuti gerakan yang diperintahkan oleh pemandu outbound. Ketika pemandu outbound menyerukan kiri, maka ayah atau bunda harus bergerak ke kanan maupun sebaliknya.

Ketika gerakan orang tuanya salah, sang anak bertugas menorehkan cat putih di wajah ayah atau bundanya. Jadilah permainan tersebut penuh tawa karena banyaknya orang tua yang mendapat colekan putih di wajahnya.

Selain kegiatan di atas, ada pula permainan gerabah. Mulai dari mengolah tanah liat menjadi beragam bentuk benda yang dibuat sendiri oleh anak-anak, hingga membakarnya menjadi gerabah mainan. Hasilnya boleh dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Ada juga permainan kerjasama gendong-gendongan dan mengisi ember menggunakan gelas plastik berlobang. Anak-anak bahagia karena bisa membuat orang tuanya basah kuyup. Acara diakhiri dengan permainan tangkap ikan yang sudah ditunggu-tunggu oleh anak-anak. 

Koordinator biMBA-AIUEO Wilayah Purworejo, Titah Permatasari mengungkapkan  kegiatan ini selalu diselenggarakan rutin setiap tahun yang bertujuan membangun keakraban keluarga besar biMBA, terutama kedekatan anak dan orang tua. “Tujuan kegiatan ini untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak. Selain itu, menumbuhkan kesadaran orang tua, bahwa mainan yang paling menyenangkan bagi anak adalah bermain bersama orang tua yang hadir secara fisik dan hatinya,” ujar Titah. (Aks)

 

Proses membuat gerabah pada acara outbound biMBA Gadjah Mada.
Proses membuat gerabah pada acara outbound biMBA Gadjah Mada.
Membuat gerabah melatih psikomotorik anak.
Membuat gerabah melatih psikomotorik anak.
Kerjasama antara anak dan orang tua mesti dikenalkan sejak dini.
Kerjasama antara anak dan orang tua mesti dikenalkan sejak dini.
Kebersamaan bunda dan anak membuat acara kali ini semakin berkualitas.
Kebersamaan bunda dan anak membuat acara kali ini semakin berkualitas.
Bermain memindahkan air ke ember menggunakan gelas plastik.
Bermain memindahkan air ke ember menggunakan gelas plastik.
Wah, orang tua tidak mau kalah semangat nih sepertinya.
Wah, orang tua tidak mau kalah semangat nih sepertinya.

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.