Pendidikan Bukan Selalu Tentang Persekolahan

Pendidikan Bukan Selalu Tentang Persekolahan
Sumber: Pexels.com

Tahukah Ayah Bunda siapa yang memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak? Jawabannya adalah orang tua. Karena orang tua merupakan pendidik pertama yang dikenal oleh anak saat mereka dilahirkan ke dunia. Namun, sering kali orang tua melimpahkan tanggung jawab kepada sekolah dalam mendidik anak.

Umumnya, orang tua berpendapat bahwa mereka telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak dengan cara mendaftarkan anak ke sekolah unggulan. Tapi, apakah proses belajar yang dilakukan di sekolah tersebut sudah menyenangkan bagi anak?

Belum tentu, karena sebagian besar sekolah masih berorientasi pada hasil belajar dan bukan berorientasi pada proses belajar. Hal ini akan mengakibatkan anak menjadi malas belajar dan berdampak benci belajar. Memahami makna dari pendidikan dan persekolahan penting dilakukan oleh ayah bunda, sehingga kita bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Baca juga

Sedangkan, persekolahan adalah segala sesuatu mengenai sekolah. Sekolah itu sendiri mempunyai arti lembaga atau bangunan yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jenjang pendidikannya. Jadi, pendidikan dan persekolahan merupakan dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan. Pendidikan mempunyai  makna yang lebih luas. Dalam pendidikan, anak ikut berperan aktif untuk menggali kemampuan dirinya baik dari kecerdasan emosi maupun kecerdasan spiritual.

Namun, apakah saat berada di bangku sekolah, anak lebih aktif dalam belajar? Jawabannya tidak semua anak. Sering kali pendidik yang aktif untuk memberikan materi pembelajaran. Inilah yang menjadi keprihatinan biMBA-AIUEO karena banyak pelajar yang tidak suka dengan kegiatan belajar. Sebagai orang tua, kita bisa membekali anak dengan pendidikan yang ramah bagi anak. Cara yang dapat ayah bunda lakukan adalah dengan menumbuhkan karakter Minat belajar sejak usia dini.

Menumbuhkan Minat belajar anak dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Minat belajar tersebut hanya dapat tumbuh jika dilakukan dengan proses atau suasana belajar yang menyenangkan. Proses belajar yang menyenangkan akan menjadikan anak sebagai seorang pembelajar yang selalu merasakan bahagia. Sebaliknya, proses belajar yang tidak menyenangkan akan berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam belajar.

Oleh karena itu, tugas kita adalah mendidik anak dengan cara membangun karakter Minat belajarnya. Sehingga, anak akan tumbuh menjadi seorang pembelajar mandiri sepanjang hayat. Karena pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan yang mampu membuat anak menyukai kegiatan belajarnya. Salam biMBA. (TC)

 

Tinggalkan Balasan