Pentingnya Memahami Paradigma biMBA

Pentingnya Memahami Paradigma biMBA

Tahukah Ayah & Bunda, biMBA yang kita kenal saat ini dengan nama biMBA-AIUEO bukan hanya biMBA sebagai lembaga pendidikan saja lho. Namun, biMBA memiliki makna kata yang lebih dalam lagi. biMBA merupakan singkatan dari bimbingan Minat baca dan belajar anak, yaitu proses bimbingan agar anak memiliki karakter Minat belajar. 

Dengan menumbuhkan karakter Minat belajar, anak akan tumbuh menjadi seorang yang cinta belajar dan senang memperbaiki diri atau yang bisa disebut pembelajar. Dampaknya, anak akan jauh lebih siap dalam menghadapi berbagai kendala dalam kehidupannya kelak, sehingga anak akan selalu merasakan kebahagiaan. 

Namun, saat ini masih banyak orang tua yang kesulitan untuk menumbuhkan karakter pembelajar dalam diri anak mereka. Biasanya, cara tercepat yang dilakukan oleh para orang tua adalah dengan memasukkan anak mereka ke sekolah atau tempat kursus. Lalu, apakah di sekolah atau tempat kursus tersebut berfokus mendidik anak sebagai seorang pembelajar? 

Perlu diketahui, tidak semua sekolah atau tempat kursus berfokus mendidik anak menjadi seorang pembelajar. Jika kita tidak hati-hati dalam memilih sekolah bagi anak, maka akan berpotensi anak menjadi seorang yang benci pada proses belajar. Hal ini dikarenakan proses belajar yang diterapkan pada sekolah tersebut tidak ramah bagi anak.

Mendidik anak menjadi seorang pembelajar tidak harus dilakukan di sekolah atau tempat kursus. Ayah & Bunda bisa mendidik karakter pembelajar tersebut dimulai dari lingkungan rumah. Kita hanya perlu memahami serta menerapkan pola pikir atau cara pandang terhadap bagaimana cara dalam menumbuhkan Minat belajar bagi anak. Cara pandang ini dikenal dengan paradigma biMBA.

Baca juga

Paradigma biMBA adalah cara pandang seseorang untuk mengetahui cara dalam menumbuhkan Minat belajar anak sejak usia dini secara intrinsik. Tujuannya agar kita dapat memenuhi hak bermain sambil belajar pada anak usia dini. Kalau hak anak tersebut sudah terpenuhi, maka anak akan merasakan kenyamanan dalam proses bermain sambil belajar. 

Sebaliknya, kalau kita tidak paham bagaimana cara menumbuhkan Minat belajar pada anak, maka akan berpotensi untuk merampas hak anak. Cara pandang kita pun juga akan lebih berorientasi pada hasil belajar bukan proses bermain sambil belajar. Sehingga, anak akan merasa tidak nyaman dan tidak bahagia.

Ada beberapa langkah yang perlu kita pahami agar dapat menerapkan paradigma biMBA, yaitu:

1. Kewajiban Belajar Bagi Orang Dewasa

Mayoritas orang dewasa memahami bahwa yang wajib belajar adalah anak. Namun, perlu diketahui, ternyata kita sebagai orang dewasa yang memiliki kewajiban untuk belajar. Ayah & Bunda bisa mulai dengan belajar memahami karakter dan kemampuan anak karena setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Setelah itu, masuk ke dunia anak sesuai dengan usianya. Kalau kita paham yang wajib belajar adalah orang dewasa, kita dapat dengan mudah menemukan solusi saat terjadi masalah pada anak.

2. Pahami Hak Anak

Dunia anak adalah bermain. Anak usia dini belum mengerti dengan yang namanya disiplin dan tanggung jawab. Oleh karena itu, kita juga perlu untuk mengetahui bahwa anak usia dini mempunyai hak untuk bermain sambil belajar. Agar menjadi seorang pembelajar, kita tidak boleh memaksa anak untuk belajar. Dengan tidak memaksa anak untuk belajar, anak akan merasa nyaman serta hubungan orang tua dan anak akan semakin harmonis.

3. Gunakan Metode biMBA

Cara yang paling mudah agar bisa menerapkan paradigma biMBA adalah dengan selalu menggunakan metode biMBA. Mengapa? Jawabnya karena proses pembelajaran yang menyenangkan akan melatih anak untuk mengulang proses belajarnya. Dampaknya anak akan menjadi mampu dan siap dalam mengikuti proses belajar. Sehingga Minat belajarnya akan menggelora dan anak pun akan menjadi seorang pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Ayah & Bunda, mari kita sadari pentingnya menumbuhkan Minat belajar anak dengan selalu menggunakan paradigma biMBA. Dengan paradigma biMBA, proses belajar yang menyenangkan wajib kita terapkan agar tercipta kebahagiaan bagi anak dan orang dewasa. Salam biMBA. (TC)

Tinggalkan Balasan