Pentingnya Membangun Komunikasi Positif dengan Anak

Membangun Komunikasi Positif dengan Anak
Sumber: Freepik.com/tirachardz

Tahukah Ayah Bunda? Perkembangan karakter anak bisa dilihat salah satunya dari bagaimana bentuk komunikasi antara orang tua dan anak yang terbangun sejak dini. Komunikasi antara orang tua dan anak adalah dasar bagaimana keduanya bisa menjalin hubungan, namun kemajuan teknologi di era digital ini seringkali tanpa disadari mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Penggunaan gawai menjadikan quality time bersama anak menjadi berkurang. Padahal, membangun komunikasi dengan anak sejak dini memiliki manfaat yang besar terhadap perkembangan anak. 

Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang positif di mana telah tercapai pengertian yang sama dan saling respect antara kedua belah pihak, dalam hal ini adalah antara orang tua dan anak. Orang tua perlu belajar bagaimana cara berkomunikasi yang positif dengan anak. Hal ini karena perbedaan pemahaman dan pola pikir antara orang tua dan anak itu berbeda, sehingga gaya komunikasi orang tua pun harus disesuaikan dengan anak. Jangan sampai menuntut agar anak selalu mengerti apa yang diinginkan orang tua.

Baca juga

Membangun komunikasi positif dengan anak akan membuat anak merasa lebih bahagia, konsep diri anak sebagai pribadi yang positif pun akan terbangun dan anak akan terbantu dalam membangun hubungan sosialnya. Bukan hanya itu, komunikasi yang positif membantu mengembangkan Minat belajar anak, sehingga keterampilan anak dalam berbahasa pun semakin meningkat. Hal ini akan membantunya menjalin komunikasi dengan teman sebayanya. Sebaliknya jika orang tua belum membangun komunikasi positif, maka anak akan tumbuh menjadi pemalu dan kesulitan dalam hubungan sosialnya. 

Komunikasi yang positif dengan anak tidak hanya melibatkan anak dalam pembicaraan saja, orang tua harus mendengarkan anak. Kemampuan orang tua dalam mendengarkan anak sejatinya sangat penting untuk membangun komunikasi yang positif. Dengarkanlah apa yang dikatakan anak dan tunjukkan bahwa kita tertarik dengan dunia mereka. Tunjukkan rasa penasaran kita pada apa pun yang anak ceritakan, hal ini akan melatih anak untuk percaya diri ketika berbicara dan anak menjadi lebih terbuka dengan kita sebagai orang tua. 

Bangun kepercayaan anak, mulai dengan menanyakan hal yang sederhana seperti, apa yang dialami anak di sekolah, tanyakan juga bagaimana perasaannya hari ini. Responlah apa yang anak ceritakan dengan empati. Perhatikan pula kontak mata, hal ini diperlukan agar tercipta rasa saling percaya. Untuk itu usahakan orang tua selalu ada di satu level ketinggian saat bicara dengan anak. Hal ini menunjukkan kepada anak bahwa komunikasi bersifat dua arah dan sama-sama memiliki kepentingan, sehingga anak akan merasa lebih dihargai.

Ayah Bunda, bagi anak, orang tua adalah tempat untuk berbagi dan bercerita pengalaman hidupnya. Untuk menjalankan peran tersebut, mari kita mulai membangun komunikasi positif dengan anak. Anak yang terbuka dengan orang tua tentunya akan menjadi anak dengan kepribadian yang positif. (NNF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.