Pentingnya Motivasi dan Demotivasi Pada Anak

Pentingnya Motivasi dan Demotivasi Pada Anak
Sumber: Freepik

Tahukah Ayah Bunda yang dimaksud dengan kata Motivasi dan Demotivasi?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata Motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Bisa juga diartikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Sedangkan arti dari Demotivasi adalah rasa kehilangan semangat, dorongan atau keinginan untuk melakukan sesuatu.

Ayah Bunda, sebagai orang tua penting untuk kita memberikan motivasi dalam hal kebaikan yang dilakukan anak agar  anak semakin bersemangat dan mau terus mengulangi kebaikan tersebut.

Contohnya, ketika anak sedang bermain sambil belajar bersama motivator atau ibu Gurunya kemudian Ayah Bunda ikut mendampinginya. Bisa diberikan kata-kata motivasi kepada anak seperti “Rajin sekali anak Ayah, jadi tambah sayang Ayah sama Adik” atau “Anak Bunda semangat sekali hari ini, Bunda bahagia sekali.” 

Bisa juga Ayah Bunda memberikan motivasi lewat sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman, atau mengajaknya tos tangan ketika melakukan hal-hal kebaikan lainnya.

Baca juga

Selain itu, ketika anak melakukan hal yang berdampak buruk apalagi sampai menyakiti diri anak atau orang lain. Kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkan, akan tetapi kita harus mencegah atau menghentikan perilaku buruk tersebut agar tidak diulang kembali, yaitu dengan cara memberikan demotivasi pada anak.

Contohnya, ketika anak minta dibelikan mainan oleh Ayahnya, tapi tidak dituruti. Kemudian anak menangis sambil berteriak-teriak dan memukul Ayahnya. Hal yang dapat Bunda lakukan adalah dengan memberikan demotivasi. Lakukan selangkah di depan anak, kita bisa pegang tangan anak dengan tenang tanpa menyakitinya untuk menghindari anak berbuat kasar. 

Setelah memegang tangannya, berilah pelukan dengan penuh cinta. Hal ini dapat membuat anak lebih tenang karena merasa disayangi oleh kita orang yang ada di dekatnya, dan perlahan anak pun akan berhenti menangis. 

Kemudian, setelah anak tenang, sebagai orang tua kita perlu memberikan pemahaman tentang apa yang sudah anak lakukan, namun pastinya dengan bahasa yang mudah diterima oleh anak, tanpa harus memarahi anak. Sehingga anak menjadi semakin paham. Terakhir, jangan lupa memberikan apresiasi berupa pujian, sehingga anak akan merasa senang. Cukup dengan kalimat sederhana seperti, “Anak rajinnya Bunda baik sekali, sudah tidak menangis, sini Bunda peluk lagi.”

Jadi, sejak kecil anak harus kita beritahukan mana hal baik dan mana hal yang buruk sehingga nantinya sampai dewasa anak sudah terbiasa dan bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan.

Namun, yang terpenting juga sebagai orang tua sangat perlu untuk mencontohkan perilaku-perilaku yang baik terlebih dahulu kepada anak. Karena pada dasarnya setiap anak akan melihat dan meniru kebiasaan dari orang tuanya. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.