Peran Orangtua, Pemerintah dan Lembaga Pendidikan dalam Menumbuhkan Minat Baca

Menumbuhkan Minat Baca

Seperti yang pernah disinggung sebelumnya, dalam menumbuhkan minat baca seseorang, terutama anak anak, dibutuhkan peran atau dukungan dari beberapa orang dan juga lingkungan terdekat anak. Sebut saja beberapa pihak seperti orangtua, pemerintah serta lembaga pendidikan. Lalu, sebenarnya seperti apakah peran pihak-pihak tersebut sehingga minat baca anak dapat tumbuh dengan baik? Berikut ini penjelasannya lebih lanjut.

1. Peran Orangtua
Sebagai pihak pertama serta pihak yang paling dekat dengan anak, maka sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa orangtua memiliki peranan yang sangat penting untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Kita tahu bahwa keluarga atau orangtua adalah gerbang utama bagi anak untuk masuk ke dalam dunia luar. Oleh karena itulah, orangtua harus memberikan bekal yang baik bagi anak.

Orangtua harus memberikan pengenalan kepada anak sejak dini mengenai apa itu buku serta membiasakan anak untuk membaca. Jika perlu, kita harus sering bercerita. Lakukanlah kebiasaan ini secara berulang kali dengan tujuan agar anak memiliki kepribadian yang kuat dalam dirinya bahkan hingga dewasa. Hal ini akan membuat anak merasa bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan dan bukan hanya sekedar hobi.

2. Peran Pemerintah
Peran pihak yang kedua adalah peran dari pemerintah. Dalam melakukan perannya untuk menumbuhkan minat baca, pemerintah pun harus dibantu oleh berbagai pihak seperti lembaga pendidikan, media massa, komunitas pecinta baca dan lain sebagainya. Selain itu, pemerintah pun harus aktif dalam menjalin kerjasama dengan beberapa pihak swasta yang memiliki kepentingan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. pihak swasta ini pun dapat membantu untuk mendirikan perpustakaan-perpustakaan kecil dengan cara memberikan donasi dalam bentuk dana atau buku.

Perpustakaan dapat di bangun di desa atau kampung kecil dan menyerahkan pengurusannya kepada ibu-ibu PKK atau mungkin karang taruna. Agar perpustakaan ini semakin dikenal, maka dapat pula diadakan berbagai macam lomba agar perpustakaan itu dapat diliput oleh media massa sehingga akan membuat banyak orang mengenalnya. Akan lebih baik lagi jika lomba-lomba semacam ini dapat dilakukan secara kontinu setiap tahunnya.

3. Peran Lembaga Pendidikan
Pihak ketiga yang dapat menentukan tumbuh tidaknya minat baca pada anak adalah lembaga pendidikan. Jika kita berbicara mengenai lembaga pendidikan, tentunya sekolah atau universitas lah yang banyak berperan. Hal ini berarti pula kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendirikan perpustakaan, menyediakan guru-guru hingga pustakawan yang dapat membantu pengembangan sebuah perpustakaan.

Seperti yang kita tahu bahwa sekarang ini banyak sekali sekolah dasar hingga sekolah menengah yang belum memiliki perpustakaan atau mungkin sudah memiliki perpustakaan namun sifatnya stagnasi atau tidak berkembang karena masalah dana. Disinilah sebenarnya pemerintah daerah harus berperan misalnya dengan menggandeng banyak pihak swasta yang dapat difungsikan sebagai mitra atau sponsor.

Sekarang ini memang sudah ada perpustakaan keliling yang banyak kita jumpai. Namun, melihat dari banyaknya jumlah penduduk, armada dan koleksi setiap tahunnya pun rasanya harus ditingkatkan. Kenyataannya di lapangan, banyak perpustakaan keliling yang tidak berkembang, tidak menambah koleksi bukunya bahkan hingga akhirnya berhenti beroperasi lagi.

Hal ini harus menjadi perhatian kita semua jika kita ingin memiliki generasi muda dengan minat baca yang baik supaya negara kita dapat sejajar dengan negara-negara maju. (Jpa/Ern)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: