Sikap Orang Tua Ketika Anak Berbohong

Sikap Orang Tua Ketika Anak Berbohong
Sumber: pexels.com/@pavel-danilyuk

Apakah buah hati Ayah Bunda memiliki kebiasaan suka berbohong? Jika iya, maka Ayah Bunda harus bisa menyikapinya dengan baik dan bijak agar anak bisa berhenti untuk mengulangi perbuatan tersebut.

Jangan biarkan anak kita selalu berbohong, karena jika tidak kita sikapi maka nantinya sampai dewasa anak akan terbiasa melakukan hal ini. Pastinya akan berdampak buruk bagi dirinya serta orang lain.

Kita sebagai orang tua pastinya tidak pernah berniat untuk mengajarkan kebohongan pada anak kita. Namun, kita juga perlu mengevaluasi diri dan lingkungan sekitar anak kita, agar kita bisa mengetahui dari mana anak mengenal sikap berbohong ini.

Apakah ada proses mendidik kita yang salah? Misalnya secara tidak sadar kita sebagai orang tua pernah atau sering berbohong pada anak kita? Atau karena anak meniru perilaku orang-orang terdekatnya, seperti temannya.

Baca juga

Selain mengevaluasi, kita pun harus dapat menyikapi perilaku anak ketika berbohong dengan sikap yang tepat. Bagaimana sebaiknya sikap yang harus kita lakukan? Berikut penjelasannya Ayah Bunda.

1. Beri kesempatan anak untuk menjelaskan

Dengarkan alasan anak, tanpa nada marah dan menyudutkan. Cukup gunakan nada tegas dan dengarkan dengan tenang. Setelah tahu alasan anak berbohong, orang tua bisa memberi perhatian sesuai masalahnya. Sampaikan pada anak bahwa pentingnya hidup berlaku jujur.

2. Jelaskan akibat dari perbuatannya

Penting menjelaskan pada anak akibat dari kebohongan yang ia lakukan, seperti kebohongan akan membuat orang tidak percaya lagi padanya, bisa merugikan orang lain, dan seterusnya.

3. Hindari kata-kata menuduh

Sering kali ketika anak berbohong, orang tua terpancing untuk langsung menuduh anak. Misalnya, “Kamu bohong ya? siapa yang mengajarkan berbohong?” Kata-kata tuduhan semacam itu membuat anak takut dan merasa terpojok, sehingga justru mendorong anak untuk berbohong lagi.

4. Jangan memukul anak

Menurut teori perkembangan Jean Plaget, hingga usia 7 tahun anak belum bisa memandang dari sisi pandang orang lain. Jadi, anak belum mengerti kebohongan yang dilakukannya bisa merugikan orang lain. Salah satu alasan anak berbohong adalah melindungi diri sendiri, misal terhindar dari marah atau hukuman orang tuanya.

5. Beri lebih banyak perhatian

Bisa jadi, penyebab anak berbohong karena hubungan dengan orang tua kurang terbuka. Anak merasa takut dan segan pada orang tuanya. Untuk itu, beri anak lebih banyak perhatian dan usahakan menjadi pendengar yang baik, sehingga anak menjadi merasa lebih nyaman pada orang tuanya tanpa rasa takut untuk menceritakan apa pun.

Jadi Ayah Bunda bisa mencoba salah satu cara di atas ketika anak berbohong, yang paling utama tetap sabar dan pahami anak kita sebaik mungkin. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi? (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.