Tentang biMBA-AIUEO

Apa itu biMBA-AIUEO?

biMBA-AIUEO adalah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini informal yang berada dibawah naungan Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) dan berdiri pada tahun 1998.

Makna kata biMBA adalah bimbingan Minat Baca dan Belajar Anak. Sesuai dengan namanya, jelas bahwa biMBA bukan les atau kursus membaca, tetapi biMBA adalah program Minat baca dan belajar untuk anak.

Berbeda dengan les atau kursus membaca yang berorientasi pada hasil atau kemampuan, biMBA menumbuhkembangkan Minat baca dan belajar anak sejak usia dini, yang berdampak meningkatkan KEMAMPUAN membaca anak secara LUAR BIASA.

biMBA-AIUEO memiliki Keistimewaan yaitu Kata biMBA, Garansi BCA-372/Bebas dan Coba Gratis Sampai Yakin

Kata biMBA

biMBA merupakan paradigma kata baru yang berorientasi pada proses pembimbingan Minat baca dan belajar anak yang dapat meningkatkan KEMAMPUAN membaca anak secara LUAR BIASA.

Garansi BCA-372/BEBAS

Surat jaminan tertulis yang diberikan kepada orangtua murid (berbayar), terhadap kemampuan anak Bisa baCA kata sederhana bagi anak usia mulai dari 3 tahun 0 bulan, dalam waktu 72 jam belajar di kelas, TANPA harus dibantu orangtua di rumah (BEBAS).

Jika dalam waktu 72 jam anak belum mampu membaca kata sederhana, maka biMBA akan memberikan bimbingan secara intensif kepada anak, sampai bisa baca kata sederhana, secara gratis dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Coba Gratis Sampai Yakin

Coba Gratis Sampai Yakin adalah keistimewaan yang diberikan institusi biMBA-AIUEO untuk calon murid mengikuti kegiatan bermain sambil belajar di biMBA-AIUEO.

Tujuan biMBA

Tujuan Khusus

Meningkatkan Minat baca dan belajar anak secara intrinsik. Anak mau melakukan kegiatan baca dan belajar karena keinginannya sendiri bukan karena paksaan, sehingga setiap anak merasa BAHAGIA bukan terbebani, yang akan berdampak pada meningkatnya kemampuan anak. Inilah ke-SUKSES-an yang dicapai anak.

Tujuan Umum

Seluruh keluarga besar biMBA merasa BAHAGIA & SUKSES.

 

Visi dan Misi biMBA

Visi

Membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Yaitu generasi yang cinta dan bahagia dengan belajar setiap saat secara mandiri (tidak tergantung kepada siapapun, apapun, hanya bergantung kepada diri dan Tuhan Yang Maha Kuasa).

Misi 

  • Mensosialisasikan kata biMBA
  • Mensosialisasikan pentingnya menumbuhkan Minat belajar Anak sejak usia dini
  • MembiMBAkan : membimbing, mengarahkan, dan memotivasi agar anak mempunyai Minat belajar sejak usia dini secara intrinsik.

Manfaat biMBA

biMBA sangat bermanfaat bagi anak, orangtua, masyarakat, bangsa, dan negara.

Manfaat bagi anak

Dengan konsep biMBA Terpenuhinya HAK anak untuk mendapatkan pendidikan menyenangkan yang berbasis cinta dan kasih sayang.

Manfaat bagi orangtua

  • Jangka pendek :  Orangtua akan bahagia karena memiliki anak yang minat dan rajin belajar.
  • Jangka menengah :  hubungan keluarga menjadi harmonis.
  • Jangka Panjang :  membantu dalam hal ekonomi

Manfaat bagi masyarakat

  • Membuka lapangan pekerjaan.
  • Mengadakan pendidikan gratis untuk masyarakat tidak mampu.

Manfaat bagi bangsa dan negara

  • Melahirkan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat.
  • Terbentuknya generasi yang tangguh dan kreatif karena tidak menyerah dengan keadaan dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
  • Negara menjadi maju karena SDM-nya berkualitas

 

Latar Belakang

Keberadaan biMBA dilatarbelakangi oleh beberapa fakta, di antaranya:

Mitos belajar adalah beban

Banyak anak usia pelajar yang tidak suka belajar. Coba ingat pengalaman kita semasa sekolah dahulu. Apakah kita senang belajar atau senang ketika tidak ada guru?

biMBA ingin mengubah mitos tersebut, ketika anak sudah di”biMBA”kan, anak akan merasa bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan dan anak akan ingin mengulanginya lagi di mana pun dan kapan pun.

Dampak negatif globalisasi media elektronik

pengaruh-tvBerapa banyak anak-anak yang lebih senang menonton TV atau bermain Game dibandingkan belajar atau membaca buku. Ada apa dengan anak-anak kita? Kembali lagi bahwa anak merasa belajar itu membosankan dan banyak aturan, sedangkan bermain Game atau menonton TV itu menyenangkan.

biMBA ingin mengubah keadaan tersebut, ketika anak sudah di”biMBA”kan, ditumbuhkan kesan positif bahwa belajar itu menyenangkan.

Dengan metode biMBA dan konsep bermain sambil belajar, memberikan Hak anak pendidikan yang menyenangkan sehingga anak tumbuh Minat belajar secara intrinsik. Ketika dihadapkan dengan globalisasi media elektronik, mereka akan gunakan untuk menunjang Minat belajar mereka, dan akhirnya media tersebut berdampak positif

Kemampuan membaca yang rendah

Kondisi minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Hal tersebut terlihat dari data yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2006. Bahwa, masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan mendengarkan radio (40,3%) dibandingkan membaca koran (23,5%). (www.bps.go.id).

Data lain, misalnya IEA (International Association for Evaluation of Educational). Tahun 1992, IEA melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid SD (Sekolah Dasar) kelas IV di 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menempatkan urutan ke-29. Angka-angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.

Mengapa hal itu terjadi? Karena sebagian besar orangtua hanya sibuk mengejar anak supaya bisa baca. Anak dikatakan bisa membaca ketika sudah bisa membunyikan kata atau kalimat. Definisi membaca di biMBA bukan sekadar anak bisa membunyikan kata atau kalimat, tetapi anak mengerti apa yang dibacanya.

Coba kita ingat, berapa banyak anak-anak yang dapat membaca sebuah cerita dengan suara yang lantang, tetapi ketika diminta untuk menceritakan kembali isi cerita kok tidak bisa?

Biaya pendidikan tinggi

biaya sekolah tinggiSemakin tingginya biaya pendidikan membuat semakin banyak anak yang tidak bisa sekolah. Penanaman MINAT baca dan belajar sejak usia dini (biMBA) diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut, sehingga ketika keadaan yang mengharuskan mereka tidak bisa melanjutkan sekolah, mereka tidak putus asa dan masih memiliki semangat untuk tetap belajar walaupun bukan di sekolah. Inilah yang dinamakan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Usia dini merupakan Golden Age atau Critical Period

Masa golden age atau masa emas (0 – 6 tahun) merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia, yaitu fase terbaik dalam menumbuhkan karakter. Psikolog menyimpulkan bahwa pada usia ini kemampuan otak anak seperti spon yang cepat menyerap informasi dan stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

Mengapa disebut critical period? karena apa yang ditumbuhkan pada masa golden age akan berpengaruh hingga usia anak 20 tahun yang akan datang. Jika pada masa ini orangtua dan orang dewasa disekitar anak memberikan stimulus yang positif, maka akan menumbuhkan karakter yang positif bagi anak, dan sebaliknya jika ditanamkan sejak usia dini belajar tidak menyenangkan, dipaksa, dan dimarahi, maka anak akan memiliki karakter benci belajar.

Maka biMBA hadir untuk memenuhi HAK ANAK yaitu dengan memberikan bimbingan MINAT Belajar Anak (pendidikan yang sepenuhnya menyenangkan berbasis cinta dan kasih sayang) agar anak menjadi generasi (yang memiliki karakter) pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Metode

Metode yang digunakan biMBA-AIUEO

Fun Learning

 

mr-smileFun learning adalah suatu proses belajar yang 100% menyenangkan bagi anak. Lho, kok hanya anak saja, bagaimana dengan ibu gurunya??? Guru adalah orang dewasa yang harus bertanggung jawab memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak di kelas. Caranya ??? ibu guru diwajibkan untuk menerapkan 5S ( sambut, senyum, sapa, salam, sebut nama ) selama berada di lingkungan biMBA-AIUEO.

Mengapa pembelajaran di kelas harus  fun learning? Karena tujuan biMBA adalah menumbuhkan MINAT Baca dan belajar Anak. Untuk membuat anak senang dan menyukai kegiatan baca dan belajar tidak ada metode lain selain fun learning. Mengapa demikian? Karena dunia anak adalah dunia bermain, kegiatan belajar untuk anak usia dini harus bersifat kegiatan yang menyenangkan dan tidak memaksa, metode pengajarannya pun tidak membebani anak

Mengajarkan membaca pada usia dini memang masih menimbulkan perdebatan, apakah sehat mengajarkan membaca pada anak usia dini ? sebenarnya hal itu tergantung dari mana melihatnya. Jika anak diharapkan memiliki kemampuan membaca dengan cara pemaksaan, maka hal itu tidak sehat. Pemaksaan terhadap anak akan berdampak negatif. Dampak yang paling buruk adalah menurunkan IQ anak pada usia produktif. Oleh karena itu, para guru dan orangtua yang membimbing anak usia dini seharusnya menjauhkan cara mengajar yang bersifat pemaksaan.

Metode pengajaran biMBA-AIUEO HARUS 100% MENYENANGKAN, jika tidak menyenangkan berarti BUKAN biMBA.

Small Step System

smallSmall step system adalah proses belajar yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang mudah. Untuk membuat anak senang dan suka belajar, pemberian materi  harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak. Hal ini bertujuan untuk memudahkan anak memahami materi belajar sehingga tidak membuat anak merasa terbebani dan stres.

biMBA-AIUEO telah menyusun kurikulum secara bertahap, menggunakan modul yang berisi potongan tema kecil yang berkesinambungan. Setiap tahap mempunyai tujuan masing-masing dan tujuan itu harus terpenuhi sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya yang lebih tinggi.

Konsep biMBA-AIUEO adalah bermain sambil belajar. Materi belajar diberikan dalam suasana bermain seperti mengenalkan huruf, angka, dan kata dengan cara berdialog menggunakan bahasa biMBA dan menggunakan sarana lagu sebagai pengantar. Perlu diketahui bahwa anak usia dini belajar membaca melalui telinga. Lagu-lagu diperdengarkan sebagai pengenalan awal bagi anak sebelum anak mengenal simbol huruf atau angka.

Individual System

Individual SystemUntuk dapat menerapkan small step system tidak dapat dilakukan secara klasikal harus individual. Individual system adalah proses belajar yang berpusat pada anak sebagai subjek belajar, sedangkan guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Maksudnya??? Anak sebagai subjek belajar berarti kebutuhan dan hak anak benar-benar diperhatikan. Kebutuhan anak adalah bermain sedangkan belajar adalah HAK anak, bukan KEWAJIBAN. Materi belajar diberikan dalam suasana menyenangkan yaitu dengan bermain.

Bermain di biMBA bukan bermain ayunan, perosotan ataupun jungkat-jungkit, tetapi  kegiatan apapun yang membuat anak senang itulah bermain. Suatu kegiatan disebut bermain apabila dalam melakukan kegiatan tersebut anak merasa senang, tidak merasa terpaksa ataupun terbebani.

Guru sebagai motivator artinya guru selalu memberikan semangat kepada anak melalui pemberian reward berupa penghargaan ataupun kata-kata positif. Guru sebagai fasilitator artinya guru memfasilitasi memberikan materi belajar sesuai kemampuan dan kemauan anak.

Apa perbedaan klasikal system dengan individual system???  Jika klasikal system semua anak pada saat yang sama mendapatkan materi yang sama. Jika individual system pada saat yang sama setiap anak mendapatkan materi yang berbeda sesuai kemampuan dan kemauan anak.

Variation Skill

Variation skill adalah kemampuan guru dalam memvariasikan kegiatan belajar di dalam kelas. Kegiatan di kelas harus memenuhi 3 aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mengapa harus divariasikan? karena kecenderungan anak-anak adalah cepat bosan dan jenuh. Anak-anak tidak bisa dipaksa untuk berkonsentrasi dan duduk manis berlama-lama. Untuk itu kegiatan yang dilakukan anak harus divariasikan agar mereka tidak jenuh.

Program Belajar

Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan perkembangan anak dengan menggunakan program yang telah kami susun. Program-program  tersebut diterapkan dengan menggunakan modul-modul khusus dan sistem pengajaran berdasar multiple intelligentia.

 Tahap 1

  • Mulai dari dibacakan cerita , permainan kata-kata sangat sederhana, mengenal huruf a ~ z sampai membaca kata-kata sederhana.
  • Mulai dari menyebut satu, dua dan tiga sampai membilang 1 sampai 10

Tahap 2

  • Mulai dengan membaca kalimat sederhana sampai dengan membaca dan mengerti cerita sederhana.
  • Mulai dari menjumlahkan 1+1 sampai dengan menjumlah 10+10

Tahap 3

  • Anak mampu menulis kata-kata sederhana melalui dikte yang diberikan.
  • Mulai dari pengurangan 2-1 sampai dengan 20-1

 Tahap 4

  • Anak mampu menulis kalimat sederhana sampai membuat karangan pendek.
  • Logika matematika yaitu dengan menggunakan angka-angka anak diperkuat kemampuan analisa dan sintesanya.
%d blogger menyukai ini: