Tindakan Tepat Mengatasi Anak Tantrum

Mengatasi Anak Tantrum
Sumber: Freepik.com

Apakah Ayah Bunda pernah mendengar istilah “tantrum” pada anak? Atau pernah menghadapi secara langsung anak alami tantrum? Tantrum adalah salah satu bentuk perilaku emosional pada anak-anak. Tantrum dapat disebabkan beberapa hal, antara lain karena keinginannya tidak dipenuhi, kelelahan, bosan, lapar, atau sedang sakit.

Ketika anak mengalami tantrum, terjadi ledakan emosi yang disebut dengan istilah anak mengamuk. Hal ini biasanya ditandai dengan menangis, menjerit, berteriak, melempar barang, marah, berguling-guling di lantai, dan tidak mau beranjak dari tempat ia duduk.

Tetapi, jika Ayah Bunda menghadapi hal ini, tidak perlu khawatir, karena tantrum pada anak dianggap normal dalam perkembangan emosional anak. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan anak akan mempengaruhi menurunnya anak mengalami tantrum. Lalu, apa solusi bagi orang tua yang belum mengetahui cara menghadapi anak tantrum?  

Baca juga

Solusinya ialah Ayah Bunda harus berada satu langkah di depan anak. Apa yang dimaksud satu langkah di depan anak? Dalam hal ini bukan berbicara tentang jarak, tetapi tindakan. Berikut adalah tindakan tepat mengatasi anak tantrum:

1. Memberikan perhatian khusus pada anak

Memberikan perhatian kepada anak sudah seharusnya dilakukan oleh semua orang tua sebagai wujud sayang dan cinta kepada anak. Karena perhatian Ayah Bunda sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Banyak anak yang memiliki perkembangan emosional yang kurang baik karena tidak mendapat perhatian khusus dari orang tua. 

2. Mengetahui hal yang anak senangi

Ayah bunda harus mengetahui apa yang anak senangi, agar dapat mengalihkan anak saat mengalami tantrum. Misal, anak senang mendengar cerita si kancil, maka alihkan anak dengan mulai bertanya tentang kancil, atau menceritakan kisah kancil kesukaannya.

3. Orang tua mengerti anak

Ketika bersama anak, jangan pernah meminta pengertian dari anak, tetapi Ayah Bunda yang harus selalu belajar untuk mengerti anak. Ketika anak alami tantrum, kemudian Ayah Bunda sudah mencoba meredakannya tetapi tidak berhasil, maka Ayah Bunda perlu belajar lagi untuk lebih mengerti anak. Ketika Ayah Bunda mampu mengerti terhadap keinginan dan kondisi anak, maka Ayah Bunda bisa lebih tenang dalam menghadapi anak. 

4. Memegang tangan anak

Saat anak mengalami tantrum, Ayah Bunda dapat memegang tangan anak dengan tenang tanpa menyakitinya. Tidak diperbolehkan Ayah Bunda mencubit atau memukul. Karena akan semakin membuat emosi anak meledak-ledak. Setelah memegang tangannya, berilah pelukan dengan penuh cinta. Hal ini dapat membuat anak lebih tenang karena merasa disayangi oleh Ayah dan Bunda.

5. Memberikan pujian saat lebih tenang

Pujian dari orang tua merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi anak. Karena ketika Ayah Bunda memberikan apresiasi berupa pujian, anak akan merasa senang. Begitu pula ketika anak berhasil mereda kemarahannya atau berhenti berontak, beri anak pujian. Cukup dengan kalimat sederhana seperti, “Hebat ya anak Ayah Bunda yang cantik/ganteng, sudah tidak marah-marah lagi.” (Crn)

Tinggalkan Balasan