Tips Buat Rumah Lebih Ramah Bagi Anak

Buat Rumah Lebih Ramah Bagi Anak
Sumber: Freepik.com/prostooleh

Rumah adalah tempat paling nyaman bagi keluarga. Tentunya selain berfungsi memberikan perlindungan dari panas dan hujan serta gelapnya malam, rumah adalah tempat kita berbagi kasih sayang antar keluarga. Apalagi di masa pandemi seperti ini aktivitas banyak dilakukan di rumah, di mana Ayah Bunda harus bekerja dari rumah dan juga anak-anak belajar di rumah. Rumah harus menjadi tempat yang nyaman dan juga yang paling penting ramah bagi anak. 

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kebutuhan geraknya pun masih sangat tinggi. Sehingga Ayah Bunda perlu mempertimbangkan pengaturan rumah yang lebih ramah bagi anak. Apa sih rumah ramah anak itu? Rumah ramah anak bukan berarti semua perabotannya harus khusus anak ukuran dan desainnya. Tapi yang penting adalah penempatan perabotan (posisi, ketinggian) dan material yang ada di dalamnya tidak membahayakan anak.  Sehingga anak bisa bebas bereksplorasi di dalam rumah. Membuat rumah lebih ramah bagi anak ini adalah salah satu bentuk dukungan Ayah Bunda agar anak tumbuh dan berkembang lebih maksimal, loh.

Baca juga

Rumah ramah anak ini bisa dibilang sebagai “kunci kewarasan” orang tua. Tak bisa dipungkiri jika orang tua kerap lelah dan tegang mengawasi anak dari bahaya yang ada di rumah sendiri. Kondisi ini tak jarang menimbulkan stres pada orang tua sehingga tidak optimal dalam mengasuh anak. Padahal yang dibutuhkan anak di fase bermain ini adalah orang tua yang dapat mendampingi dan bermain bersamanya. Rumah ramah anak juga bermanfaat untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak karena diberi kepercayaan untuk melakukan berbagai hal sendiri. Anak pun akan punya ruang untuk bereksplorasi secara maksimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Berikut adalah tips untuk membuat rumah lebih ramah bagi anak. Ayo kita simak ya, Ayah Bunda.

  1. Menutup seluruh saklar listrik di rumah yang ada dalam jangkauan anak-anak.
  2. Memasang pagar dan teralis jendela yang aman. Amankan daerah sekitar tangga, dapur dan garasi yang terdapat banyak peralatan yang berbahaya bagi anak.
  3. Mengamankan dan menyingkirkan seluruh kabel yang melintasi lantai atau tempat lain yang mudah diraih anak.
  4. Hindari menanam tanaman yang beracun karena khawatir anak usia dini yang masih berada di fase oral akan memakannya.
  5. Memindahkan atau mengunci lemari yang dipakai sebagai tempat untuk menyimpan obat-obatan, peralatan dapur dan benda lain yang berpotensi membahayakan anak.
  6. Menggunakan kunci pengaman pada kompor jika ada. Jaga agar anak tidak menyentuh benda di atas kompor saat Bunda memasak.
  7. Mengamankan kamar mandi. Hindari membiarkan anak mengeksplorasi kamar mandi sendirian atau terlalu lama. Bisa saja anak terpeleset karena licin.
  8. Sediakan benda dan ruang cukup untuk anak bereksplorasi di “wilayahnya sendiri”, agar kebutuhannya tercukupi dan tidak bereksplorasi berlebihan di ruang yang berbahaya. 

Jadi, sudah siap ya Ayah Bunda buat rumah jadi lebih ramah bagi anak-anak, semoga tips ini bermanfaat. Salam biMBA. (NNF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.