Tips Jika Anak Buat Salah

jika anak buat salah
Sumber: Freepik

Sebagai orang dewasa ketika misalnya dalam sebuah perusahaan kita melakukan suatu kesalahan, pasti akan diberi teguran atau peringatan oleh atasan kita sebagai wujud kepeduliannya agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama. Anak-anak dengan berbagai macam tingkahnya, karakternya, kemampuannya yang terkadang lucu mengundang tawa, namun terkadang juga membuat kita orang dewasa merasa kesal akibat melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Biasanya kita sebagai orang tua langsung marah jika anak buat salah. Padahal menegur anak dengan cara marah-marah tidak serta merta membuat anak sadar, bahkan justru bisa menimbulkan trauma, atau malah menyebabkan anak semakin membangkang.

Ternyata cara menegur dengan marah-marah itu mengakibatkan dampak buruk bagi anak dan dapat kita rasakan sebagai orang tua. Pastinya tidak mau ya Ayah Bunda kita dan anak kita mengalami dampak buruk tersebut.

Baca juga

Oleh karena itu, kita perlu mengganti kebiasaan marah-marah dengan 4 tips berikut ini, yuk simak bersama.

1. Fokuskan pada akibatnya

Jelaskan akibat dari kesalahan yang diperbuat, bukan sekadar menyalahkan. Contohnya, “Nak, kalau mainanmu berantakan dan ada yang keinjak, nanti bisa rusak. Kalau tidak dirapikan lagi nyarinya susah, lho…” Jika anak memahami akibat yang terjadi, maka dia akan lebih perhatian karena sudah tahu akibat buruknya.

2. Beri nasihat dengan bercerita

Anak-anak sangat suka mendengar cerita. Berikan pengertian kepada anak dengan lembut melalui cerita atau dongeng. Dengan cara ini, anak tidak akan merasa dihakimi, sehingga nasihat pun bisa masuk ke dalam pikiran dan hatinya. Waktu menjelang tidur adalah waktu terbaik untuk bercerita.

3. Ajak berkomunikasi

Ajak anak untuk mencari solusi dari masalah yang ditimbulkannya. Contohnya, “Nak, menurutmu bagaimana caranya supaya kamu tidak corat-coret tembok lagi? Kalau dicorat-coret kan temboknya jadi kotor.” Selain melatih anak untuk berpikir solutif, dia juga akan lebih berkomitmen menjalankan solusi tersebut karena dia ikut memutuskannya.

4. Terapkan konsekuensi dan reward

Konsekuensi berguna untuk mendidik anak menyadari akibat dari suatu perbuatan dan pentingnya tanggung jawab. Contohnya, konsekuensi menumpahkan minum adalah mengelap tumpahannya. Saat anak melakukan sesuatu yang benar, perlu juga diberi reward. Tidak harus barang, namun memberinya senyuman, pelukan, acungan jempol sudah cukup membuatnya paham bahwa dia telah melakukan hal yang benar. 

Marah memang bukan solusi yang tepat ya, Ayah Bunda. Yuk, coba empat tips di atas, agar hubungan anak dan orang tua dapat lebih dekat dan harmonis. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.