Tips Melatih Anak Berpikir Kritis

Melatih Anak Berpikir Kritis
Sumber: Freepik.com/pressfoto

Seiring anak semakin dewasa, coba yuk untuk tidak selalu menyuapi anak, memanjakan atau membereskan masalahnya. Latih si kecil untuk berpikir kritis, mencari tahu, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Memang butuh usaha dan pembiasaan agar anak bisa berpikir kritis, tapi hal ini bisa mulai Ayah Bunda coba ya sejak kecil, agar nanti ketika anak tumbuh dewasa ia sudah bisa dan terbiasa menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Ayah Bunda mari bersama kita pahami dan pelajari 3 contoh kasus di bawah ini untuk melatih anak dapat berpikir kritis. Berpikir kritis ini akan memberikan kemudahan anak dalam menghadapi segala permasalahan nantinya. Berikut ini 3 contoh tips melatih anak berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya.

1. “Sudah, tidak apa Bunda lap ya yang tumpah. Nanti Bunda buatin lagi.” Lebih baik ganti dengan “Adik sedih ya susunya tumpah, kalau gitu kita harus apa ya?”

2. “Jangan sedih, masa gitu aja nangis. Adek mau apa? Es krim atau boneka kaya punya temen kamu tadi? Ayah beliin.” Lebih baik ganti dengan “Ayah ngerti Adik sedih karena boneka kesukaan Adik hilang. Coba Adik ingat lagi, terakhir simpannya di mana. Kira-kira kita mulai carinya dari mana ya?”

3. “Ya ampun, catnya tumpah. Kamu minggir dulu biar Bunda bersihin.” Lebih baik ganti dengan “Catnya tumpah ya? Kita bisa bersihkan bekasnya pakai apa ya, Dek?”

Baca juga

Dari 3 contoh kasus di atas maka dapat kita simpulkan bahwa, sebagai orang tua seharusnya kita dapat memberi kesempatan pada anak untuk bisa berpikir apa yang harus dilakukannya dan belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya ketika muncul suatu masalah yang terjadi. Terkadang memang kita merasa kasihan dan merasa tidak sabar dengan masalah yang sedang anak hadapi, akan tetapi kalau sebagai orang tua kita tidak memberikan kesempatan dan mulai melatih anak untuk berpikir kritis sejak kecil.

Ketika anak sudah dewasa, ia pun akan kesulitan menyelesaikan masalahnya sendiri. Sehingga nantinya malah akan menyusahkan dan membuatnya ketergantungan dengan orang lain. Bagaimana Ayah Bunda, semoga 3 contoh di atas bisa dipahami dan dipelajari dengan baik ya? Sehingga Ayah Bunda bisa melatih anak untuk mulai berpikir kritis.

Anak tidak selalu harus kita manjakan, namun anak juga perlu kita berikan kesempatan untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Ajak anak untuk berdiskusi dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi. (Hana)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.