Tips Membentuk Karakter Percaya Diri Pada Anak

Membentuk Karakter Percaya Diri Pada Anak
Sumber: unsplash.com/@alvinmahmudov

“Anak adalah sebuah anugerah dan setiap anak sangat istimewa” dari kutipan kalimat tersebut, bisa Ayah Bunda pahami bahwa anak adalah sebuah anugerah yang sangat istimewa. Nah, keistimewaan yang dimiliki anak yaitu ia tumbuh dan berkembang dengan keunikannya masing-masing. 

Apa sih keunikan yang dimiliki setiap anak? Karena anak terlahir dan tumbuh berbeda-beda, maka karakter yang dimiliki anak pun pastinya juga berbeda. Ada anak yang memiliki karakter pendiam dan ada juga anak yang berkarakter aktif. Jika anak pendiam, terkadang menjadi sebuah kegelisahan bagi orang tua. 

Baca juga

Sebab anak yang pendiam atau pemalu biasanya sangat susah untuk bergaul, cenderung tertutup dan suka menyendiri. Karakter tersebut biasanya yang membuat anak susah untuk percaya diri. Lalu bagaimana caranya membentuk karakter percaya diri pada anak? Yuk, kita simak. 

1. Perkenalkan anak dengan orang-orang di sekitar

Dalam proses menumbuhkan rasa percaya diri anak, jangan berharap anak untuk berbicara dengan orang baru secara proaktif dan jangan memaksa anak untuk berkenalan.Sebagai orang yang paling dekat dengannya, orang tua harus memperkenalkan terlebih dahulu.

“Nak, ini namanya Agam, itu teman kamu, dia anaknya teman bunda” seperti itu contoh kecilnya. Dengan demikian, anak tidak akan takut dan berani untuk berkenalan dan tumbuh lah rasa percaya diri dalam dirinya.

2. Berikan pujian setelah ia berani berkenalan dengan orang baru

Memberi pujian merupakan sebuah terapi kecil bagi anak dalam menumbuhkan rasa percaya dirinya. Memberikan pujian sepertinya harus dilakukan setiap orang tua ketika anak berhasil melakukan sesuatu.

Bagi anak berkenalan dengan orang baru tentu menjadi hal baru karena tidak sering dilakukan. Maka dari itu, memberi pujian berguna bagi tumbuhnya rasa percaya diri anak. Ayah Bunda bisa menggunakan kalimat “Wah, kakak baik ya, berani berkenalan dengan teman di biMBA, Bunda senang lihatnya.”

3. Menjadi teman bicara bagi anak

Sebagai orang yang paling dekat dan selalu ada untuk mereka, orang tua sudah seharusnya menjadi objek paling nyaman untuk berbincang dan pendengar yang baik bagi buah hatinya. Selain merawat dan membesarkan, peran terbesar Ayah Bunda adalah sebagai tempat mereka mengekspresikan semua. Jika anak mengajak bicara terus menerus, jangan sesekali acuh atau mencoba untuk menyuruhnya diam.

Dalam masa pertumbuhan atau golden age, anak memang sedang pada masa aktif-aktifnya dan senang bertanya akan hal yang membuatnya penasaran. Maka dari itu orang tua harus bisa menjadi tempat yang paling nyaman baginya, usahakan untuk selalu merespon apa yang anak tanyakan. Dengan begitu, karena sudah terlatih untuk bicara terus menerus, anak jadi tidak malu dan berani berbicara jika bertemu dengan orang yang baru dikenalnya.

Langkah-langkah tersebut secara tidak disadari menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak. Salam biMBA. (Ajr)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.