Tips Memenuhi Hak Belajar dan Bermain Anak

Bermain
Sebagian besar kehidupan anak adalah bermain
[http://melindahospital.com]
Hak untuk belajar sangat sesuai dengan butir ke-5 Tujuh Nilai Dasar biMBA yang menyebutkan bahwa bimbingan minat belajar anak merupakan hak anak dan kewajiban setiap orang dewasa. Maka dari itu, sudah seharusnya setiap anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan hak pendidikan, hak untuk bermain sambil belajar demi menciptakan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Baca juga  :  Ayo Terapkan Hak Bermain dan Belajar pada Anak

Minat belajar merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, setiap anak berhak mendapat pembelajaran. Secara umum belajar adalah proses kehidupan dalam pengembangan diri setiap orang untuk dapat melangsungkan kehidupan. Pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak tentu saja pendidikan dari lingkungan keluarga, Ayah bunda adalah pendidik pertama bagi mereka.

Baca juga  :  Bunda adalah Pendidik Pertama Bagi Anak

Berhenti Memaksa Anak

Setiap orangtua pasti ingin buah hatinya bisa sukses dan bahagia, berhasil mendidik anak dengan baik adalah impian setiap orangtua. Namun pada kenyataannya hal itu bukanlah hal yang mudah, terkadang tanpa sadar kita melakukan pelanggaran saat anak harus mengembangkan diri sesuai potensinya. Misalnya orangtua yang berprofesi sebagai guru lantas menuntut anak mereka menjadi seorang guru tanpa mengetahui apakah anak suka atau tidak.

Dalam mendidik anak, orangtua juga perlu memberikan pendidikan dalam rumah yang tepat agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang seperti sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimilikinya. Ayah bunda, kita harus memperhatikan Minat anak, biarkan anak memilih sesuai keinginannya, bebas, dan tanpa dipaksa.

Tugas kita adalah membimbing dan memotivasi mereka sesuai dengan Minat anak serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Rasa senang adalah awal mengapa anak bisa menyukai suatu hal, jangan sampai anak menjadi benci belajar karena memaksa anak mengikuti kemauan kita. Anak bukanlah miniatur orang dewasa, mereka memiliki fikiran, perasaan dan sikap yang berbeda dengan kita.

Baca juga  :  Berhenti Memaksa Anak Belajar

Ternyata program negatif yang tanpa sadar kita tanamkan ke pikiran buah hati seperti membentak, memaksa, memarahi, justru akan terus mendominasi dan mengendalikan kehidupan anak di masa depan. Tidak ada salahnya sebelum terlambat kita evaluasi terlebih dahulu diri sendiri, apakah memang kita telah memenuhi hak anak dengan baik atau sebaliknya?

Anak Berhak Belajar dan Bermain

Hak anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi setiap orangtua, seperti halnya belajar dan bermain. Terkadang yang kita ketahui mengenai belajar hanyalah saat anak duduk di bangku sekolah, ternyata dalam ruang lingkup yang lebih besar, belajar bukanlah sekedar sekolah . Kita menganggap hak anak dianggap sudah dipenuhi saat kita sudah menyekolahkan mereka.

Pendidikan sejati tidak hanya menjadikan anak sukses secara materi ataupun pintar dalam nilai dan prestasi akademis. Pendidikan bukan sekedar untuk mendapatkan ijazah sampai berhasil bekerja di perusahaan ternama tetapi yang lebih penting adalah bermanfaat atau tidaknya ilmu yang didapatkan, apabila tidak menimbulkan kebaikan artinya pendidikan tersebut bisa dibilang tidak berhasil.

Selain belajar anak juga memiliki hak untuk bermain. Pakar psikologi menyatakan bahwa sebagian besar dari kehidupan anak adalah bermain, maka itulah muncul banyak Taman kanak-kanak, PAUD, bahkan biMBA juga berperan serta dalam membangun Minat anak dengan metode yang tepat yaitu proses belajar yang menyenangkan, bertahap dan individual. Di biMBA hak anak belajar dan bermain akan terpenuhi tanpa ada paksaan. Belajar tidak berorientasi pada hasil tetapi proses belajar yang menyenangkan.

Baca juga  :  Mengajarkan Anak Belajar yang Sepenuhnya Menyenangkan

Tips Memenuhi Hak Anak Sejak Dini

1. Pendampingan

Orangtua wajib mendampingi anak belajar dan bermain, sebab orangtua adalah guru pertama bagi anak sebelum anak memasuki dunia sekolah. Kedekatan anak dan orangtua juga bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan anak merasa disayangi.

2. Menyediakan fasilitas belajar

Sediakan anak fasilitas belajar yang memadai, misalnya buku dengan gambar-gambar yang menarik atau pun permainan edukatif yang bisa merangsang daya imajinasi anak.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman dan menyenangkan

Jangan marahi anak ketika mereka menolak belajar. Biarkan dulu dan tukar dengan aktivitas lain yang menarik Minatnya dengan memasukkan unsur pelajaran di dalamnya.

4. Selalu berikan jawaban yang mengesankan

Ketika anak mengalami kesulitan memahami pembelajaran, jangan bosan menjelaskan meskipun harus berulang kali. Beri penjelasan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan perlahan ajak anak berdiskusi untuk mendengarkan jalan pikirannya.

5. Bertanggung jawab

Semakin canggih tehnologi kita juga harus memperkaya diri dengan mencari ilmu dan menambah wawasan, agar kita bisa mengontrol anak di masa kini. Semakin hari tanggung jawab kita kepada anak semakin besar, maka itu bukan hanya mengisi hak anak untuk belajar, namun kita juga perlu belajar. (Ern)