Tips Mengatasi Anak yang Pemalu

Tips Mengatasi Anak yang Pemalu
Sumber: Freepik

Sebagian anak mungkin mudah merasa malu jika berada pada situasi baru. Hal ini wajar saja terjadi. Namun agar sifat malu anak tidak sampai mengganggu kehidupan sosialnya, orang tua perlu membantu anak menumbuhkan keberaniannya. Peran orang tua sangat diperlukan untuk membantu pembentukan karakter anak.

Berikut tips yang Ayah Bunda bisa lakukan untuk membantu anak agar lebih berani, yuk simak:

1. Mendengarkan isi hati anak

Anak pemalu umumnya sungkan untuk bercerita dan menampilkan kemampuannya. Cobalah mengajak anak bicara guna mencari tahu apa yang membuatnya merasa malu. Jika sudah mengetahui penyebabnya, akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk melawan rasa takut yang ia rasakan.

Bila orang tua mampu mendengarkan isi hati anak, ia akan merasa memiliki tempat untuk bercerita. Hal ini lambat laun akan membantu anak lebih berani berkomunikasi dengan orang lain.

2. Jangan sebut anak pemalu

Sebaiknya orang tua tidak menyebut anak pemalu di depannya, tetapi ganti dengan menyebutnya sedang belajar bersosialisasi. Jadi sebelum melakukan sesuatu ia perlu melakukan analisis terlebih dahulu apakah suasananya nyaman dan mendukung atau tidak.

Jika orang tua sering menyebutnya sebagai anak pemalu, anak seolah mendapatkan pembenaran bahwa saya memang pemalu. Jika orang tua menerapkan cara yang benar, secara perlahan anak akan menjadi lebih berani.

Baca juga

3. Memberikan pujian

Jika memiliki anak yang pemalu baik itu laki-laki atau perempuan, tugas kita sebagai orang tua adalah memotivasi dengan kalimat-kalimat yang membuatnya lebih berani. Daripada mencela atau membandingkan dengan anak lainnya, lebih baik memuji apa yang sudah berani ia lakukan sebagai bentuk apresiasi buat anak, meskipun masih jauh dari harapan. Hargai sekecil apapun kemajuan yang berhasil dicapai oleh anak, agar ia lebih berani dan tidak menarik diri dari lingkungan.

4. Hindari memarahi anak di depan umum

Saat anak mulai menunjukkan sifat pemalu, Ayah Bunda sebaiknya tidak langsung memarahi apalagi mengolok-olok anak di depan teman-temannya. Jangan memaksa anak melakukan hal yang ditakutinya agar tidak menimbulkan trauma. Cobalah untuk memahami perasaan anak dan memberikan penjelasan secara perlahan bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti.

5. Melatih keberanian anak

Latih keberaniannya untuk berinteraksi dengan orang lain melalui kegiatan sederhana. Misalnya, mengajak anak bermain bersama teman-temannya, meminta anak untuk memesan makanan yang ia inginkan ke pelayan saat makan di restoran, atau melatih anak membayar barang belanjaannya di kasir.

6. Menggali kelebihan yang dimiliki anak

Anak menjadi pemalu karena merasa tidak percaya diri. Membantu anak melihat kelebihan yang dimilikinya akan membuat anak menyadari bahwa ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-temannya. Ketika anak mampu melihat kelebihan dalam dirinya ia akan mampu menghilangkan rasa malu yang sering dialaminya.

7. Memberikan contoh

Jadilah contoh yang baik untuk anak. Biasanya anak suka meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Jika Ayah Bunda sering menyapa tetangga saat bertemu di jalan atau bersikap ramah dengan orang lain, maka anak akan mencontohnya.

Menghilangkan rasa malu pada anak bukanlah hal yang bisa didapat secara instan. Dukungan orang tua, keluarga, dan lingkungan merupakan modal utama untuk mengatasi anak yang pemalu. Jangan memaksakan kehendak pada anak. 

Hal tersebut dapat menimbulkan trauma anak terhadap orang tuanya sendiri. Orang tua harus bersikap sabar karena anak sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat untuk membangkitkan keberaniannya. (LPH)

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.