Tips Tumbuhkan Empati Pada Anak

Tumbuhkan Empati Pada Anak
Sumber: Pixabay

Menurut KBBI, empati yaitu keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Rasa empati pada seseorang memang tidak bisa tumbuh dengan sendirinya apalagi pada anak, maka dari itu rasa ini perlu ditumbuhkan sejak dini.

Ayah Bunda, pernahkah melihat atau bahkan mengalami suatu kejadian, misalnya ketika berada di kendaraan umum yaitu di Busway salah satunya, Ayah Bunda melihat ada seorang anak muda yang membiarkan ibu hamil, orang tua, atau anak-anak untuk berdiri tanpa memberikan tempat duduk yang  dipilihnya?

Contoh tersebut merupakan dampak akibat sejak kecil tidak ditumbuhkan rasa untuk berempati atau merasakan apa yang orang lain rasakan. Sehingga ketika sudah dewasa, anak tidak memiliki kepekaan terhadap orang lain atau terhadap sekitarnya. Pastinya Ayah Bunda tidak ingin anak kita seperti itu bukan?

Baca juga

Mengapa rasa empati perlu kita tumbuhkan pada anak kita? Karena ketika anak sudah memiliki rasa empati, ia pun akan menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap orang lain di sekitarnya sampai anak tumbuh dewasa.

Berikut tips tumbuhkan empati pada anak:

1. Berempati pada anak

Ketika Ayah Bunda mengajak anak untuk berlatih berenang contohnya, setibanya  di depan kolam renang, ternyata anak justru merasa takut. Kita bisa tunjukkan rasa empati pada anak, misalnya dengan mengatakan “Air kolamnya dalam, makanya kamu merasa takut ya? Tidak perlu takut lagi ya sayang, karena Ayah Bunda akan menemani kamu belajar berenang.”

2. Menyuarakan perasaan orang lain

Contoh, anak dan temannya berkelahi karena berebut mainan di kelas. Ibu bisa menyuarakan perasaan temannya anak. Misalnya “Lihat deh, temanmu sekarang jadi sedih karena permennya kamu ambil. Ayo, kembalikan permen miliknya dan ambil permen yang lain untuk kamu.”

3. Memberi contoh

Anak mencontoh bagaimana orang di sekitarnya berinteraksi dan bertingkah laku. Manfaatkan hal ini untuk membimbing kebaikan pada anak sejak dini. Jika anak melihat Ayah Bunda memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar, maka anak pun akan meniru.

4. Menamai perasaan

Membimbing anak labeling emotion adalah dengan menggunakan kartu gambar wajah dengan beragam mimik, atau berlatih sambil bermain di depan kaca. Seperti contohnya, memperagakan atau memberitahukan berbagai ekspresi pada anak, kemudian bisa sambil diberikan pemahaman pada anak tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain.

5. Berbagi emosi

Pastikan agar anak merasa nyaman untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan, baik itu hal yang baik atau buruk. Pastikan anak melihat Ayah Bunda sebagai pendengar yang baik untuknya. Sebagai orang tua kita bisa menanyakan, bertanya, atau meminta anak untuk menceritakan apa yang anak rasakan setiap harinya. Contohnya ketika anak pulang sekolah, “Sayangnya Ayah Bunda sudah pulang ya, tadi di sekolah bagaimana menyenangkan tidak?”

Tumbuhnya empati pada anak memang penting ya Ayah Bunda. Yuk, sama-sama kita terapkan tips di atas. Salam biMBA. (Hana)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.