Waktu Tepat Beri Nasihat Pada Anak

Waktu Tepat Beri Nasihat Pada Anak
Sumber: Freepik

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, pasti memiliki kekurangan dan tidak mungkin lepas dari kesalahan yang disengaja atau pun tidak. Bukan hanya orang dewasa, akan tetapi anak-anak pun bisa saja melakukan kesalahan. Apalagi bagi anak-anak yang masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan, pertumbuhan, serta mengenal berbagai macam pengetahuan.

Saat anak melakukan kesalahan, maka sikap terbaik sebagai orang tua adalah bukan mendiamkan, memarahi, atau pun memberikan hukuman secara langsung pada anak. Anak perlu diberitahu terlebih dahulu tentang kesalahannya, kemudian berikan nasihat kepadanya dengan kepala dingin dan hindari bersikap kasar atau marah-marah.

Ketika orang tua memberikan nasihat dalam kondisi sedang marah apalagi sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakiti bahkan sampai memukul anak, maka hal itu akan membekas di hati anak selamanya. Anak-anak mudah meniru perilaku yang dilakukan oleh orang tuanya, maka berikanlah contoh yang baik kepadanya.

Baca juga

Sebagai orang tua harus mengetahui kapan dan di mana saat yang tepat untuk memberikan nasihat kepada anak, agar nasihat yang disampaikan dapat diserap dengan baik.

Berikut ini waktu dan tempat yang dapat Ayah Bunda gunakan untuk memberikan nasihat kepada anak :

1. Saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan

Ayah Bunda dapat menasihati anak saat jalan-jalan atau sedang berada di kendaraan, karena biasanya momen ini bersifat santai dan menyenangkan. Sehingga anak akan mudah menerima nasihat yang diberikan. 

2. Saat waktu makan

Makan bersama keluarga menjadi salah satu momen yang penting untuk dilakukan karena dapat menambah rasa kedekatan satu sama lain. Oleh karena itu, saat makan bersama bisa menjadi waktu yang tepat untuk Ayah Bunda berbagi perasaan, bercerita, termasuk juga menasihati sang buah hati tercinta.

3. Saat sakit

Dalam kondisi sakit siapa pun pasti merasakan lemah dan tak berdaya. Kondisi ini merupakan waktu yang tepat untuk berbagi nasihat kepada siapa pun termasuk kepada anak. Dalam kondisi sakit akan terasa betapa berharganya nikmat dan pentingnya menjaga kesehatan.

Orang tua merupakan cerminan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus memahami dan menyadari bahwa kesalahan yang dilakukan anak belum tentu sepenuhnya murni kesalahan mereka. Mungkin saja anak belum mengerti atau ada yang salah dengan pola mendidik kita sebagai orang tua. Maka ketika anak melakukan suatu kesalahan alangkah baiknya kita mengevaluasi terhadap apa yang telah ditanamkan pada anak, kemudian perbaikilah kesalahan dalam mendidik anak yang telah dilakukan selama ini. (Hana)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.